MENGHADAPI SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA SENGON, WAKIL BUPATI LUMAJANG INGIN KERJASAMA DENGAN B2B2BPTH DILANJUTKAN

ADMIN | Senin , 18-Nov-2019

Balai Besar Litbang BPTH (Yogya, 18/11/2019)_Wakil Bupati Lumajang berharap kerjasama yang telah terlaksana dalam 5 tahun belakangan ini, antara Pemkab Lumajang dengan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (Litbang BPTH) tentang pertanaman sengon dapat diperpanjang atau dilanjutkan lagi.

Harapan Wakil Bupati Lumajang itu disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Lumajang, Ir. Agus Junaedi C. saat memimpin rombongan Penyuluh Kehutanan dan Petugas Teknis Kehutanan melakukan kunjungan Studi Banding ke Balai Besar Litbang BPTH, Jumat (15/11).

Hal itu disampaikan karena saat ini di Lumajang dan beberapa wilayah disekitarnya sedang menghadapi permasalahan pada pertanaman sengon.  “Tidak hanya karat tumor melainkan juga hama ulat kantong, sehingga memaksa kami untuk menebang sengon cukup banyak karena terserang hama tersebut,” ujar Agus.

Agus menjelaskan bahwa di wilayahnya yaitu di Lumajang terdapat 55 ribu ha tanaman sengon, tanaman yang terserang hama/penyakit sekitar 5 ribu ha. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pihaknya untuk 2-3 tahun ke depan, karena bisa saja bahan baku kayu sengon tidak dapat tercukupi. Hama ini juga sudah mulai menyerang ke wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.

“Tujuan kami ke sini adalah untuk mendapatkan ilmu tentang pemuliaan tanaman hutan khususnya tentang sengon, selain itu juga bambu dan biodisel. Kami mohon juga kepada rekan-rekan peserta agar dapat menyerap ilmu dari kegiatan ini,” pinta Agus.

Agus juga menginformasikan bahwa yang hadir pada kesempatan ini adalah 28 orang Penyuluh Kehutanan dan 25 tenaga teknis kehutanan lainnya. “CDK Wilayah Lumajang meliputi Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan, jadi bukan dari kabupaten Lumajang saja,” tegas Agus.

Disisi lain Kepala Balai Besar Litbang BPTH, Dr. Nur Sumedi, S.Pi., MP. menyampaikan bahwa dengan jalinan kerjasama antara Balai Besar Litbang BPTH dengan Pemkab Lumajang sudah terjalin cukup lama. Nur Sumedi berharap mudah-mudahan kedatangan pihak Lumajang kali ini semakin mengeratkan hubungan yang sudah terjalin.  “Kami persilahkan untuk melihat, menyerap pengetahuan/pengalaman dari sini yang dibawa kemudian diterapkan di tempat kerja,” kata Nur Sumedi.

Lebih lanjut Nur Sumedi menyampaikan bahwa dari jadwal yang disampaikan kepadanya, ada beberapa hal yang akan dibagi kepada peserta. Materi pertama tentang sengon, menurutnya ini adalah hal yang sangat penting, karena pilar suplay kayu di Indonesia saat ini adalah dari hutan rakyat, ketika hutan alam semakin turun, kemudian Hutan Tanaman Industri perkembangannya belum sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hutan rakyat ini benar-benar menjadi penopang bagi suplay kayu di Indonesia.

“Akhir-akhir ini sengon cukup mendominasi, namun celakanya ketika sengon terkena serangan karat tumor, hal ini membuat suplay dan semangat masyarakat untuk menanam menjadi agak terganggu,” imbuh Nur Sumedi.

“Apa yang dikerjakan oleh Dr. Liliana Baskorowati berserta timnya adalah mencari sengon yang tahan terhadap penyakit khususnya karat tumor, namun yang saya lihat di lapangan pada demplot-demplot yang sudah dibangun tidak hanya tahan terhadap penyakit, namun produktifitasnya juga lebih tinggi dari sengon pada umumnya,” tambahnya.

Yang kedua adalah biodiesel, Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP. sudah cukup lama menggeluti biodiesel, dan sudah menerima banyak penghargaan di tingkat nasional. “Biodisel hasil penelitian Prof Budi ini juga sudah pernah dicoba pada kendaraan dinas oleh Menteri KLHK, Ibu Siti Nurbaya,” jelas Nur Sumedi meyakinkan para peserta.

Materi ketiga atau terakhir adalah budidaya bambu yang disampaikan oleh Fithry Ardhany, S.Hut.,M.Sc.  Kababes berharap berharap peserta kunjungan studi banding bisa mendapatkan manfaat dari kunjungan kali ini. “Apabila masih ada yang perlu didalami silahkan untuk berdiskusi dengan para peneliti yang bersangkutan maupun dengan manajemen,” pinta Kababes. Setelah paparan kegiatan dilanjutkan dengan berkunjung ke Laboratorium Bioenergi dan laboratorium Kultur Jaringan.***(MNA)

 

Dokumentasi     : MNA