SELEKSI MALAPARI MENCARI SUMBER ENERGI

ADMIN | Kamis , 30-Jan-2020

BIOTIFOR (Yogya, 29/1/2020)_Beberapa hari yang lalu awak biotifor berkesempatan mendokumentasikan kegiatan seleksi bibit malapari di persemaian. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim Penelitian Pemuliaan Tingkat Lanjut Jenis Nyamplung dan Malapari untuk Biofuel.

Penanaman restorasi lahan terdegradasi berbasis tanaman bioenergi di lahan gambut terdegradasi, lahan ex tambang batu bara dan lahan marginal lainnya dengan jenis malapari dilakukan oleh tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP., Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut.,M.Sc, Eritrina Windyarini, S.Hut.,M.Sc, Tri Maria Hasnah, S.Hut, Hendra Firdaus, dan  Arif Priyanto, S.P. pada pertengahan Januari lalu di KHDTK Wonogiri sebagai bagian kegiatan kerjasama dengan CIFOR.

“Seleksi bibit sebelum tanaman malapari ditanam di lapangan dilakukan dengan urutan kerja sesuai dengan nomor kolom pada rancangan percobaan. Bibit dipilih yang terbaik sesuai dengan jumlah pohon per plot (3 bibit) untuk setiap famili yang akan menempati plot tertentu dan dikumpulkan dalam satu ikatan,” ujar Eritrina salah seorang anggota tim peneliti, Rabu, (29/01/2020).

Lebih lanjut Eritrina menjelaskan, kelompok bibit dikumpulkan dari famili-famili yang akan menempati nomor kolom yang sama pada kantong atau tempat yang lebih besar dan diberi nomor sesuai dengan nomor kolom dan baris yang ada. Hal ini karena dalam satu tempat/kantong besar hanya dapat memuat beberapa nomor famili saja, misal: Kolom 1 Baris 1 - 5 dan seterusnya hingga selesai untuk semua kolom pada rancangan percobaan.

Setelah seleksi di persemaian, kemudian dilakukan pelabelan bibit di persemaian dan ajir di lapangan, pengangkutan dan pendistribusian bibit, serta pembuatan lubang tanam dan penanaman.

“Pembuatan lubang tanam dilakukan satu minggu sebelum penanaman dilakukan dengan ukuran lubang 30x30x30 cm dan diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar sebanyak 2 kg/lubang tanam,” papar Eritrina. Penanaman dilakukan setelah bibit pada masing-masing ajir sudah benar sesuai dengan rancangan percobaan dan ditimbun kembali dengan tanah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian panjang penelitian yang direncanakan mulai tahun 2020 sampai dengan 2024.

Seperti diketahui bersama, peningkatan peranan energi baru dan terbarukan dalam bauran energi merupakan salah satu program prioritas nasional untuk kedaulatan energi.

Dewan Energi Nasional (DEN) memproyeksikan kebutuhan energi primer nasional pada 2025 mencapai 7,496 juta barel setara minyak per hari, dan tahun 2050 diperkirakan meningkat menjadi 18,740 juta barel setara minyak per hari.

Tahun ini kebutuhan minyak mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak hanya berkisar 800 ribu barel per hari. Kesenjangan antara produksi dan konsumsi minyak kian melebar sejak Indonesia menjadi net importer minyak pada tahun 2004.

Untuk mendorong pengembangan bioenergi dalam mengantisipasi krisis energi dunia, pemerintah telah mengeluarkan Kebijakan Energi Nasional melalui Perpres No.79/2014 dengan menetapkan tercapainya bauran Energi Primer yang optimal, antara lain pada tahun 2025 peran Energi Baru dan Energi Terbarukan paling sedikit 23% dan pada tahun 2050 paling sedikit 31% sepanjang keekonomiannya terpenuhi.

“Bentuk energi terbarukan yang dimaksud adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang berkelanjutan dan tidak bersaing dengan kepentingan pangan, diantaranya dari sumber daya hutan seperti bioenergi dari biji tanaman hutan. Jenis tanaman nyamplung dan malapari menghasilkan biji non pangan (non-edible seeds) yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif penghasil biofuel (biodisel)”, ungkap Prof. Budi selaku ketua tim dan juga peneliti senior Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta.***(MNA, ER).

 

Dokumentasi : Tim Peneliti

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                : breeding@biotifor.or.id

Website            : www.biotifor.or.id

Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook         : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal             : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index