PERINTIS KAYUPUTIH DI TANAH PAPUA ITU KINI TELAH TIADA

ADMIN | Senin , 15-Juni-2020

PERINTIS KAYUPUTIH DI TANAH PAPUA ITU TELAH TIADA

 

Namanya Moses Rongeari, seorang penduduk Kampung Rimbajaya Distrik Biak Timur Kabupaten Biak Numfor, yang menopang kehidupan keluarganya dari sumber alam tanah dan hutan. Dia sadar bahwa menebang pohon di hutan secara illegal adalah sesuatu yang salah, namun dia tak punya pilihan lain. Bercocok tanam sayur mayur untuk dijual ke pasar tak juga mencukupi kebutuhan keluarga yang terus meningkat.

 

Pada pertengahan 2015 pak Moses membuat keputusan penting yang kemudian merubah kehidupan ekonomi keluarganya. Pilot project pengembangan kayuputih skala kecil yang dilaksanakan oleh Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta bekerjasa sama dengan KPH Biak Numfor, diterimanya dengan penuh semangat dan harapan untuk menjadi lebih baik. Dengan tekun dan penuh semangat, pak Moses dan rekannya pak Isaac Warnares membuka lahan miliknya seluas 5 ha yang penuh dengan pepohonan dan rumpun bambu, untuk ditanami dengan bibit kayuputih unggul yang disediakan oleh Balai Besar. Selama lebih dari 6 bulan kedua nya tinggal di sebuah gubuk di tengah lahan yg telah ditanam bibit kayuputih, untuk menjaga agar bibit tanaman tidak diganggu oleh hama dan memeliharanya dengan penuh perhatian agar tumbuh baik. Delapan belas bulan kemudian, tepatnya bulan Oktober 2017, jerih payah keduanya membuahkan hasil. Daun-daun dari pohon kayuputih yang ditanamnya telah menghasilkan minyak kayuputih dengan alat suling sederhana.

 

Sejak itu pak Moses dan keluarga mempunyai kesibukan baru, memanen daun di pagi dan sore hari, menyulingnya untuk mendapatkan minyak kayuputih, mengkemasnya dalam botol roll on, dan menjualnya di Pasar Bosnik tak jauh dari kampungnya. Dari penjualan minyak itulah kehidupan ekonomi pak Moses berubah menjadi lebih baik. Saldo tabungannya di Bank Mandiri bertambah, bisa membayar uang kuliah anak nya di Universitas Papua di Manokwari, dan membuka warung sembako di rumah nya.

 

Pilot project di Kampung Rimbajaya ini menjadi bukti bahwa usaha kebun kayuputih skala kecil dapat merubah kehidupan petani menjadi lebih baik. Berkat usaha pak Moses dan pak Isaac dan pembinaan dari KPH Biak Numfor, minyak kayuputih dari Kampung Rimbajaya Biak mulai dikenal di Indonesia bagian Timur.

 

Kebun kayuputih dan penyulingannya yang dirintis oleh pak Moses dan pak Isaac kini telah berkembang dan diikuti oleh penduduk lainnya di kampung itu. Ketika pak Moses dan keluarganya mulai menikmati hasil jerih payahnya dari kebun kayuputih tsb, Tuhan berkendak memanggil kembali pak Moses Rongeari. Minggu sore tanggal 14 Juni 2020 pukul 17.00 WIT pak Moses meninggal dunia di rumahnya karena sakit.

 

Selamat jalan pak Moses, semoga Tuhan menerima amal baiknya. Terima kasih atas jerih payah pak Moses membantu kami mengembangkan industri kayuputih di tanah Papua.


Yogyakarta, 15 Juni 2020

 

Dr. Anto Rimbawanto dan tim.

 

Video “Kayuputih – Menyuling Harapan” : https://www.youtube.com/watch?v=kR5UrLO4Ee4&t=51s

 

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                     : breeding@biotifor.or.id

Website                 : www.biotifor.or.id

Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal               : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index