KANDUNGAN MINYAK ATSIRI KAYUPUTIH BERPOTENSI SEBAGAI PENCEGAH VIRUS COVID 19

ADMIN | Kamis , 18-Juni-2020

Menurut Kepala Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BPTH), Dr. Nur Sumedi, S.PI, MP. bahwa hasil penelitian yang dilaporkan oleh Sharma dan Kaur (2020), menguatkan potensi minyak atsiri kayuputih sebagai pencegah virus Covid 19. Namun begitu masih perlu pembuktian secara empiris lebih lanjut.

Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara Pojok Iklim yang mengambil tema "Konsep One Health dalam Pengendalian Penyakit", yang digelar pada hari Rabu (17/06/2020).

Berbagai sumber menyebutkan bahwa salah satu komponen dalam minyak kayuputih adalah 1,8 cineole. “Komponen 1,8 cineole pernah diuji pada virus beta dan gamma corona lainnya. Lebih Obyektifnya penyertaan  1,8 cineole berpotensi untuk menjadi supportive anti Covid 19”, ujar Nur Sumedi.

Pada kesempatan itu Dr, Nur Sumedi menyampaikan materi dengan judul “Potensi Obat dan Arah Swasembada Kayuputih Nasional”.

Lebih lanjut Nur Sumedi menjelaskan, kita akan senang bila 1,8 cineole terbukti bisa menjadi supportive anti Covid 19. “Benih unggul hasil pemuliaan yang telah dimanfaatkan oleh swasta dan masyarakat umum untuk membangun kebun kayuputih bisa di-scale up, hingga negara kita mampu swasembada kayuputih”, tandas Nur Sumedi.

Swasembada Kayuputih Nasional perlu segera direalisasikan karena saat ini masih terjadi kesenjangan pemenuhan kebutuhan minyak kayuputih dalam negeri. Supply minyak kayuputih baru mampu memenuhi sebanyak 650 ton per tahun, sedangkan demand 3500 ton per tahun.

 

Swasembada minyak kayuputih juga menjadikan ketergantungan terhadap impor minyak ekaliptus sebagai minyak subtitusi menjadi berkurang, selain itu untuk meningkatkan ekonomi pedesaan, dan menciptakan lapangan kerja baru.

 

Acara rutin yang dilaksanakan seminggu sekali ini juga menampilkan beberapa narasumber yaitu: Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Pencegahan Penularan Covid-19 melalui Pengendalian Zoonosis), Dra. Eny Supartini, MM. Direktur Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB (Kolaborasi bersama Gugus Tugas dalam Pemutusan Penyebaran Covid-19), Dr. drh. NLP. Indi Dharmayanti, M.Si, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet) Kementerian Pertanian (Teknologi Tanaman Eucalyptus sebagai sumber antivirus Corona).

Kepala Biro Humas KLHK, Nunu Anugrah, S.Hut, M.Sc membuka acara dan menyampaikan 3 point utama terkait tema hari ini, yaitu: 1. Human Health (Kemenkes), 2. Animal Health (Kementan & KLHK), dan 3. Environment Health (KLHK).

Diakhir acara Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Dr. Agus Justianto menyampaikan bahwa pada intinya kita telah banyak memperoleh informasi tentang bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh kementerian atau lembaga terkait, sehubungan dengan pengendalian penyakit. “Khususnya dengan pengendalian covid 19 dan juga potensi untuk menangani covid19 ini, karena kita sendiri mempunyai banyak potensi sumberdaya untuk menangani hal tersebut”, ujar Kabadan optimis.

Kabadan berharap mudah-mudahan melalui diskusi ini bisa memberikan informasi yang lebih luas kepada semua peserta sehingga kita bersama dapat bersatu menanggulangi pandemi covid19.

Pertemuan secara virtual ini dihadiri kurang lebih 370 peserta zoom meeting serta terdapat pula pengguna youtube streaming.***(RH)

 

Link terkait:

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3148284968572890&id=187407891327294

https://www.instagram.com/p/CBiMk5NgUVX/?igshid=1kp97mr6zblgm

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                    : breeding@biotifor.or.id

Website                : www.biotifor.or.id

Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal              : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index