NYAMPLUNG, POTENSIAL UNTUK BIOENERGI DAN TAHAN TERHADAP LINGKUNGAN EKSTREM

ADMIN | Jumat , 19-Juni-2020

Webinar CoE PLACE Series #3: Potensi Bionergi Di Lahan Gambut

Nyamplung merupakan sumber potensial penghasil bioenergi (biodiesel). Tanaman ini mempunyai potensi rendemen minyak cukup tinggi yang mencapai 50% lebih, sebagai pembanding jarak pagar memiliki rendemen sekitar 25-40%, sedangkan kelor berkisar 39-40%. Tanaman nyamplung mempunyai potensi produktivitas buah mencapai 20 ton/ha/th, lebih besar dari jarak pagar yang hanya 5 ton/ha/th.

“Nyamplung juga mempunyai sifat toleran pada kondisi lingkungan yang ekstrim karena dapat hidup pada lahan seperti, lahan gambut terdegradasi, lahan tergenang periodik, lahan salin (pantai), lahan bekas tambang dan lahan batuan kapur”, ujar Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP., peneliti senior Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta menjadi pembicara dalam Webinar CoE PLACE Series #3 "Potensi Bionergi Di Lahan Gambut", Jumat (19/06/2020).

Dalam acara yang dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Andy Mulyana, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (UNSRI), Prof. Budi Leksono menyampaikan paparan "Nyamplung Potensi Untuk Bionergi (Biodisel) Potensi Pengembangan di Lahan Gambut".

Prof. Budi menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan oleh CIFOR pada tahun 2016 menyebutkan nyamplung mempunyai kemampuan adaptasi terbaik pada uji species tanaman bioenergi di lahan gambut Buntoi, Kalimantan Tengah. Selain itu, nyamplung juga tumbuh baik di lahan gambut terdegradasi Sumsel pada plot di Perigi dengan pendekatan Paludikultur (Rujito dan Erizal, 2020).

  

Menurut Prof. Budi, alasan mengapa nyamplung dapat dijadikan sebagai sumber daya hutan potensial untuk biodisel, karena nyamplung tersebar di seluruh wilayah Indonesia, berbuah sepanjang tahun dan produksi buah tinggi.

Alasan berikutnya nyamplung tidak berebut dengan kepentingan pangan (Non-edible plant oil), rendemen minyak tinggi, daya bakar tinggi, pengolahan minyak sudah dikuasai, pemanfaatan limbah industri sudah diketahui serta teknik budidaya juga sudah dikuasai.

Pengolahan nyamplung sebagai biodisel juga sangat ramah lingkungan, karena limbah industri minyak nyamplung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pertama, cangkang buah bisa menjadi briket arang dan asap cair, kedua bungkil hasil pres biji bisa menjadi pakan ternak, kompos nyamplung, selanjutnya resin kumarin pada CCO mempunyai potensi luar biasa menjadi kosmetik dan obat-obatan herbal. Gliserol hasil transesterifikasi bisa dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan sabun.

Selain Prof. Budi Leksono, pembicara lain pada webinar kali ini adalah Himlal Baral Ph.D. dari CIFOR yang menyampaikan paparan "Potential of bionergy production from degragated (peat)lands in Indonesia".

Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Erizal Sodikin (UNSRI) ini dihadiri oleh kurang lebih 1.378 peserta dari seluruh propinsi di Indonesia dan dari luar negeri seperti dari Indian, Australia, Jepang, Taiwan, serta peserta youtube streaming***(RH & MNA).

 

Link terkait:

https://www.facebook.com/187407891327294/posts/3153101221424598/

https://www.instagram.com/p/CBm0my8gUkv/?igshid=rgbxj3pe8p12

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email                     : breeding@biotifor.or.id

Website                 : www.biotifor.or.id

Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

E-Journal               : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index