TANTANGAN-TANTANGAN DALAM PEMULIAAN TANAMAN HUTAN

ADMIN | Jumat , 3-Juli-2020

BIOTIFOR (Yogya, 02/07/2020) Pelaksanaan program pemuliaan tanaman hutan selain untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan tanaman, juga harus mempunyai kemampuan tumbuh pada tapak yang spesifik, ketahanan terhadap hama dan penyakit, toleran terhadap serangan angin dan kondisi lain yang dikehendaki.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, MP, salah seorang peneliti senior BBPPBPTH/Biotifor saat menjadi narasumber dalam MasSI Talk Series 3  “Tantangan Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis di Indonesia”, Kamis (02/07/2020).

Dalam paparan yang berjudul “Strategi Pemuliaan Pohon dan Implementasinya: Hasil dan Tantangan Pemuliaan Tanaman Hutan di Indonesia” Prof. Budi menyampaikannya dengan sangat gamblang dan jelas.

“Strategi pemuliaan tanaman hutan sebaiknya memasukan seleksi dengan karakter hulu-hilir sehingga memenuhi kualitas industri agar layak diimplementasikan pada skala produksi. Akselerasi teknologi di bidang pemuliaan dan bioteknologi, diharapkan menjadi solusi di masa datang,” lanjut Prof. Budi.

Sedangkan tantangan yang ketiga adalah strategi pemuliaan tanaman hutan sebaiknya diuji sampai dengan mendapatkan nilai peningkatan genetik aktual (realized genetic gain), sehingga mendekati keadaan yang sebenarnya pada skala operasional.

Maka dari itu, Prof Budi menekankan sebelum melakukan program pemuliaan ada beberapa dasar pertimbangan yaitu besar kecilnya variasi genetik dari species yang akan ditangani, tindakan silvikultur yang dilakukan, produk akhir yang ingin dicapai dan pertimbangan ekonomi.

“Terkait dasar pertimbangan program pemuliaan di atas kita perlu membuat strategi pemuliaan pohon, namun yang perlu kita ingat adalah strategi pemuliaan ini sangat dinamis, tergantung dari intuisi kita, keinginan dan peningkatan yang bisa kita lakukan, dan hal ini berbeda antara breeder yang satu dengan breeder yang lain,” tegasnya.

Namun pada prinsipnya ada empat tujuan strategi pemuliaan pohon yaitu memuliakan secara progresif populasi dasar dan populasi pemuliaan, membiakkan material genetik yang telah dimuliakan untuk mengembangkan populasi produksi, menjaga variabilitas dan ukuran populasi pada populasi dasar dan populasi pemuliaan dan encapai tujuan tersebut secara ekonomis.

Dalam acara yang dibuka oleh Dr. Ir. Luluk Setyaningsih, M. Si selaku Sekretaris Jenderal Masyarakat Silvikultur Indonesia (MASSI), juga menampilkan Pror. Dr. Ir. Moh Na’iem (UGM) yang menyampaikan paparan “Perkembangan dan Kebutuhan Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis di Indonesia” dan Eka Kusdiandra W, S. Hut. M. Sc (Expert Forestry pada Forest Programme KPW Sulawesi) menyampaikan materi “Sebuah Pembelajaran Inovasi dan Implementasi Pemuliaan Pohon di Forest Programme III, Palu Sulawesi untuk DAS Indonesia”.

Acara yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Ulfah Juniarti Siregar, M.Agr (IPB) diikuti oleh kurang lebih 500 peserta melalui zoom meeting dari seluruh Indonesia serta 250 peserta melalui youtube streaming. (DS&MNA)