HASIL PEMULIAAN AKASIA UNTUK INDUSTRI KEHUTANAN

ADMIN | Senin , 27-Juli-2020

Pemuliaan adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi kayu akasia

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) merupakan salah satu lembaga penelitian yang telah melakukan kegiatan pengembangan genetik dan pemuliaan untuk 4 jenis acacia tropis, yaitu Acacia mangium, Acacia auriculiformis, Acacia crassicarpa dan Acacia hybrids. Keempat jenis Acacia ini merupakan pohon yang paling dominan di hutan tanaman industri di negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand dan Papua Nugini.  Acacia ditanam untuk memasok bahan baku industri kehutanan seperti pulp dan kertas, kayu gergajian, industri kayu lapis, dan Kayu energi. Hal ini disampaikan peneliti BBPPBPTH Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc. dan Dr. Sri Sunarti, S.Hut., MP. dalam bagian buku (Book chapter) dengan judul “Genetics and Breeding of Tropical Acacias for Forest Products: Acacia mangium,  A. auriculiformis and A. crassicarpa” chapter 1 dari  buku Advances in Plant Breeding Strategies: Industrial and Food Crops yang diterbitkan oleh Springer tahun 2019.

Lebih lanjut Arif menjelaskan bahwa peningkatan melalui optimalisasi praktik silvikultur, eksplorasi genetika dan pembiakan akasia telah secara bertahap terjadi. Meskipun kemajuannya masih lambat, dibandingkan dengan tanaman pertanian, karena usia rotasi, ukuran pohon yang lebih besar dan manajemen lokasi yang luas, beberapa pencapaian dalam genetika dan pembiakan akasia telah memberikan manfaat dan dampak yang signifikan dalam skala operasional industri kehutanan.

“Karena Keragaman genetik akasia yang  rendah, sebagian besar pemuliaan dipraktikkan secara konvensional di bawah strategi seleksi berulang yang dipraktikkan secara berturut-turut dari generasi pertama ke siklus pemuliaan generasi lanjut. Baru-baru ini, pengembangbiakan akasia juga sedang dikembangkan melalui hibridisasi, aplikasi bioteknologi, dan pengembangbiakan genetika molekuler” terang Sri Sunarti di sela kesibukannya.

Sri Sunarti juga menjelaskan bahwa salah satu kegiatan pemuliaan akasia adalah dengan hibridisasi, yaitu menciptakan varietas baru dengan menyilangkan dua individu yang tidak serupa secara genetik. Pengembangan Akasia hybrid yaitu persilangan antara A. mangium dan A. auriculiformis di Indonesia dimulai dari BBPPBPTH pada tahun 1999 dan diperbaharui tahun 2009 dengan mendirikan kebun benih hybrid di Wonogiri Jawa tengah yang telah menghasilkan benih unggul akasia hybrid.  

Pada buku tersebut dijelaskan bahwa sejarah panjang dari perkenalan awal pada 1930-an, domestikasi dan peningkatan silvikultur dan pemuliaan akasia telah terjadi dan menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan dalam menanggapi permintaan industri. Namun, meningkatnya permintaan kayu akasia untuk industri telah mengakibatkan kesenjangan besar antara pasokan dan permintaan. Baru-baru ini, beberapa masalah serius telah ditemui yang mengurangi produktivitas perkebunan akasia, sebagian besar karena faktor biologis, seperti hama (monyet, tupai), penyakit busuk akar Ganoderma sp. dan penyakit layu Ceratocystis sp.

Selain itu, mengembangkan varietas baru yang adaptif terhadap lingkungan terhadap kondisi buruk, seperti lahan basah dan dampak perubahan iklim, menghadirkan tantangan bagi perluasan area perkebunan. Akasia memiliki keunggulan biologis tertentu, seperti pertumbuhan yang cepat, adaptif terhadap tingkat kondisi yang merugikan dan fiksasi nitrogen, yang memberikan peluang menarik untuk penelitian pemuliaan selanjutnya. *** (EDL).

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)
Telp. (0274) 895954 ; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                     : breeding@biotifor.or.id
Website                 : www.biotifor.or.id
Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
E-Journal               : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index