MENGEMBALIKAN KEJAYAAN CENDANA DI INDONESIA

ADMIN | Kamis , 13-Agust-2020

Perlu Dukungan dan Sinergi Berbagai Pihak, Untuk Mengembalikan Kejayaan The King of Plant Perfume di Indonesia

BIOTIFOR (Yogya, 11/08/2020) - Cendana (Santalum album Linn) atau East Indian Sandalwood sejak lama dikenal sebagai komoditi yang mahal. Cendana juga dikenal sebagai The King of Plant Perfume.  Di Indonesia, cendana tumbuh alami di kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Namun sayangnya populasi cendana saat ini sudah sangat menurun karena eksploitasi berlebih, kebakaran,  terbatasnya penanaman serta masalah sosial ekonomi kepemilikan cendana,” ucap Kepala Badan Litbang dan Inovasi-KLHK, Dr. Agus Justianto, saat membuka Webinar Biotifor 2020 Seri 2: Cendana dengan tajuk “Tantangan dan Peluang Pengembangan Cendana Mendukung Hutan Rakyat dan Rehabilitasi Lahan”,  Selasa (11/08/2020).

“Upaya untuk mengembalikan kejayaan cendana di Indonesia, khususnya di NTT dan pengembangan pada daerah-daerah lain yang sesuai seperti di DIY, perlu dukungan dan sinergi dari berbagai pihak,” ajak Kabadan.

Bersinerginya pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, maupun pelaku usaha, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan sangat penting untuk percepatan pengelolaan cendana yang makin baik.

Agus melanjutkan bahwa di sisi lain, permintaan produk cendana terus menerus meningkat. Adapun, produsen terbesar minyak cendana dunia berturut-turut yaitu Australia, India dan China. Seperti diketahui minyak cendana merupakan bahan baku utama pembuatan parfum, bahan kosmetik dan obat-obatan.

“Bahkan saat ini banyak digunakan untuk aroma terapi.  Kayu terasnya yang berbau wangi banyak digunakan untuk kerajinan seperti patung, ukiran, kipas, tasbih, rosario dll,” terang Kabadan.

Menurut sumber ITTO yang dilansir tahun 2013, pada kurun waktu 1986/1987 sampai dengan 1991/1992 cendana berkontribusi sekitar Rp 2.5 miliar/th atau 40% dari total PAD Provinsi NTT. Pada periode 1991/1992 sampai dengan 1997/1998 terjadi penurunan, kontribusi cendana tinggal sebesar 12-37 %. Catatan ini menunjukkan bahwa pada saat itu cendana memainkan peranan yang sangat penting sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT.

Indonesia dahulu pernah mengekspor cendana terutama dari Pulau Timor (NTT), tetapi sejak 1992 menurun 30% dan sejak 1997 tidak ada ekspor lagi. Oleh sebab itu diperlukan upaya mengembalikan tanaman cendana sebagaimana dahulu Pulau Timor pernah dijuluki Tikar Permadani Cendana dan Pulau Sumba dijuluki Pulau Sandalwood.

Kabadan berkeyakinan bahwa kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta dan dapat membangun upaya-upaya peningkatan peluang pengembangan cendana, sehingga memberikan manfaat dan dampak positif dalam pengelolaan hutan rakyat dan rehabilitasi lahan.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BBPPBPTH, Dr. Nur Sumedi, S.Pi.,MP bahwa kegiatan yang mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prov. NTT dan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini adalah untuk menyebarluaskan informasi capaian hasil riset/litbang unggulan dalam pemuliaan cendana oleh Biotifor dan pihak terkait.

Pemateri pada webinar kali ini adalah Liliek Haryjanto, S.Hut, M.Sc ., Peneliti pada BBPPBPTH yang menyampaikan “Capaian Riset Pemuliaan Cendana”. Presenter kedua adalah Rudi Lismono, Kabid Pembinaan Dinas LHK NTT yang menyajikan paparan “Pengelolaan Cendana Di Provinsi Nusa Tenggara Timur”, serta yang terakhir adalah Dr. Yeni Widyana Nurchahyani Ratnaningrum, S.Hut, M.Sc., dosen pada Fakultas Kehutanan UGM yang membahas “Penyusunan Strategi Konservasi Jenis Langka Cendana pada Populasi dengan berbagai Basis Genetik, Tingkat Fragmentasi dan Klonalitas di Indonesia”.

Diskusi yang dipandu oleh Yayan Hadiyan, S.Hut.,M.Sc . ini diikuti sedikitnya 200 peserta yang berasal dari Lembaga Pemerintah baik pusat maupun daerah, peneliti, akademisi/dunia pendidikan, mitra kerjasama, perusahaan/swasta, Lembaga Konservasi, serta masyarakat umum. Ada pula para peserta/pemirsa yang menyaksikan melalui channel youtube Biotifor_Jogja.(mna)

Link materi narasumber : http://biotifor.or.id/content-1083-webinar-biotifor-2020-seri-2--cendana.html

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)
Email                    : breeding@biotifor.or.id
Website                : www.biotifor.or.id
Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
Youtube                : http://youtube.com/c/BiotiforJogja
E-Journal              : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index
Website BLI          : https://www.forda-mof.org/