HILIRISASI BENIH UNGGUL KAYUPUTIH SKALA KELOMPOK TANI

ADMIN | Selasa , 1-Sept-2020

 

BIOTIFOR (01/09/2020) Pilot Project Kebun Kayuputih Unggul seluas 5 ha di Kampung Rimbajaya, Distrik Biak Timur merupakan uji coba pertama Tim Penelitian Kayuputih BBPPBPTH/Biotifor, untuk membuktikan bahwa usaha kebun kayuputih skala kecil bisa menguntungkan.

“Dengan hilirisasi benih unggul skala kecil, masyarakat sekitar hutan di Kampung Rimbajaya dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Mereka mengelola kebun, menyuling daunnya dan menjual sendiri minyak hasil sulingan di pasar lokal. KPHL Biak Numfor juga menampung minyak kayuputih dari petani dan memasarkannya secara lebih luas,” jelas Dr. Anto Rimbawanto , peneliti senior sekaligus Ketua Tim Penelitian Kayuputih, BBPPBPTH/Biotifor.

Dalam program hilirisasi benih unggul kayuputih ini merupakan sinergi dari beberapa pihak, seperti Biotifor, KPHL Biak Numfor dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Maluku Papua di Ambon dan masyarakat dalam hal ini KTH Kofarwis.  

Lebih lanjut Dr. Anto menjelaskan bahwa pembuatan bibit dimulai sejak September 2015, target 25 ribu bibit namun baru terealisasi 12 ribu bibit karena terkendala faktor SDM dan infrastruktur. Penanaman dimulai Maret 2016, total bibit yang sudah ditanam 12 ribu batang, dengan jarak tanam 4x1 m. Pada 2020 ini kerapatan pohon sudah mencapai 4000 pohon/ha, atau kurang lebih 20 ribu pohon.

Balai PSKL Wilayah Maluku Papua memberikan hibah berupa alat suling minyak berkapasitas 100 kg yang diterima oleh masyarakat pada bulan Oktober 2017. Penyulingan perdana saat umur tanaman berusia 18 bulan. Kebun dan alat suling dikelola oleh KTH Kofarwis. Hasil minyak telah dipasarkan oleh KTH Kofarwis di pasar lokal dan dan dibeli oleh KPHL Biak Numfor.

Dua tokoh di Kelompok Tani Hutan (KTH) Kofarwis yaitu Alm. Moses Ronggeare dan Issac Warnares inilah yang paling berperan dalam menyukseskan program Pilot Project Kebun Kayuputih Unggul di daerah itu. “Tanpa pengetahuan sama sekali mengenai tanaman kayuputih, dan hanya karena keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, mereka menerima tanaman kayuputih ini untuk ditanam di lahan mereka,” lanjut Dr. Anto.

Selama beberapa bulan kedua tokoh itu menjaganya sampai tanaman itu tumbuh tinggi dan mereka yakin tidak diganggu hama babi atau ditebang oleh penduduk setempat yang tidak senang. Akhirnya setelah 18 bulan mereka bisa melihat hasilnya.

Model hilirisasi skala kecil lain nya adalah di Desa Banyusoco Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul, yaitu Kelompok Tani Inovasi Tani Makmur (ITAM) 95 yang mengelola kebun kayuputih di lahan KHDTK seluas 5 ha. Kegiatan ini adalah bagian dari skema kemitraan Plasma-Inti. Plasmanya adalah kebun-kebun kayuputih dan intinya adalah industri kayuputih besar dalam hal ini PT. Eagle Indo Pharma (Cap Lang) yang menampung minyak payuputih dari plasma-plasma ini. Alat atau fasilitas penyulingan merupakan hibah dari Kemenristek/BRIN. Kebun kayuputih ini menghasilkan rata-rata 450 kg/musim.

Guna meningkatkan produksi menuju swasembada minyak kayuputih, Kemenristek/BRIN meluncurkan program Desa Inovasi Pengembangan Kayuputih Unggul, yang tersebar di berbagai desa di 5 Propinsi (Riau, Bangka-Belitung, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB dan Papua); jumlahnya mencapai 21 lokasi. Dalam program ini Tim Penelitian Kayuputih BBPPBPTH menjadi motor penggerak dengan menyediakan benih unggul, melakukan supervisi dan pembinaan.

Hasil litbang yang disampaikan oleh Dr. Anto tadi sekaligus menjawab apa yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dalam arahannya ketika membuka Diskusi Nasional Membumikan Iptek & Inovasi Bidang LHK dalam Menghadapi Dinamika & Tantangan Global, Kamis (27/08/2020).

Menteri LHK menyampaikan bahwa pemerintahan Bapak Jokowi dan Kyai Haji Ma’ruf Amin memang menekankan pada aspek sumberdaya Manusia Unggul Indonesia Maju, yang mengandung arti bahwa pemerintah dan masyarakat bersama-sama untuk meraih cita-cita pembangunan dengan tidak ada rakyat yang ditinggalkan.

“Rakyat menguasai Iptek kelas dunia dan pemerintah mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam persaingan dunia yang semakin kompetitif,” tegas Siti Nurbaya.  

Hal ini juga selaras dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BLI, Dr. Agus Justianto yang mengatakan bahwa salah satu tantangan strategis Iptek adalah bersinergi, terintegrasi berbasis tapak yang meningkat.

Mengutip dari berbagai sumber Dr. Anto menjelaskan bahwa kebutuhan minyak kayuputih saat ini ada dikisaran 3500 - 4.000 ton/tahun, sedangkan Indonesia sendiri baru dapat mencukupi kebutuhan minyak kayuputih sebanyak 900 ton/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan, Indonesia import minyak substitusi yaitu minyak ekaliptus dari China. Sebagai negeri tempat tumbuh asli pohon kayuputih dan pengguna minyak kayuputih terbesar, sepatutnya Indonesia dapat memenuhi kebutuhan minyak dari produksi sendiri. Untuk itu, pengembangan kebun-kebun kayuputih baru dengan benih unggul harus terus dilakukan.

Sebagai informasi, Tim peneliti Biotifor memulai kegiatan penelitian kayuputih ini sejak tahun 1995. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas kayuputih yaitu kadar 1,8 cineole dan rendemen minyak kayuputih. Melalui pemuliaan dengan cara seleksi populasi dan individu dengan uji keturunan akan diperoleh individu dengan sifat unggul. “Rendemen minyak ini penting karena yang menentukan menguntungkan atau tidaknya usaha kayuputih,” tandas Anto.

Sumber benih unggul yang telah dihasilkan yaitu Benih unggul F1 (rendemen 1,2%), Benih unggul Fullsib (rendemen 1,5%), Benih unggul F2 (rendemen 2,2%) dan Klon unggul sebanyak 20 klon. Klon unggul masih dalam proses pengujian untuk memastikan karakter bahwa tanaman ini menghasilkan jumlah rendemen yang stabil. Potensi yang dimilikinya berkisar 2,0-3,0%.

Bagaimana cerita Kelompok Tani Hutan Kofarwis yang telah membudidayakan dan memperoleh manfaat tanaman kayuputih ini? Kisahnya dapat disimak pada video dengan link: http://bit.ly/2menyulingharapan1 sedangkan acara ini selengkapnya dapat diikuti pada link: http://bit.ly/3disnasbumikaniptek . (mna)

#kementerianlhk🌳
#bli_klhk
#biotifor_jogja
#kayuputih
#lebihdaririset
#indonesiamaju
#menujuindonesiamaju

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)
Email                : breeding@biotifor.or.id
Website            : www.biotifor.or.id
Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook          : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
Youtube            : http://youtube.com/c/BiotiforJogja
E-Journal          : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index