PERBANYAKAN BIBIT UNGGUL CENDANA MELALUI TEKNIK GRAFTING

ADMIN | Jumat , 25-Sept-2020

BIOTIFOR (25/09/2020) - Salah satu teknik yang mudah dilakukan untuk perbanyakan tanaman adalah teknik grafting (sambung). Perbanyakan vegetatif secara konvensional ini juga dapat dilakukan pada tanaman cendana.  

Grafting adalah penggabungan tanaman bawah (rootstock) dengan tanam atas (scion) dari tanaman cendana yang berbeda menjadi satu tanaman. Roostock diambil dari bibit cendana yang masih muda (bibit dalam polibag) sedangkan scion diambil dari pucuk/tunas induk cendana unggul.

Sebelumnya, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH/Biotifor) telah melakukan identifikasi/seleksi individu-individu cendana yang memiliki kandungan santalol tinggi. Santalol merupakan senyawa kimiawi yang menentukan kualitas minyak cendana.

Perbanyakan tanaman secara vegetatif mampu menjaga potensi keunggulan sifat induknya, karena seluruh sifat induknya akan diturunkan semua pada tanaman hasil perbanyakan.

Rootstock dan scion harus siap dalam waktu bersamaan, bagian roostock berperan dalam sistem perakaran. Bagian atas atau scion, yang disambungkan dengan roostock mempunyai peran tumbuh menjadi sebuah tanaman untuk mewarisi sifat unggul dari tanaman induknya.

Peralatan dan bahan yang digunakan pada teknik ini adalah silet, parafilm, plastik es, gunting stek, gunting, alat tulis, label, roostock dan scion dari tanaman cendana unggul.

Teknik grafting yang digunakan adalah sistem V yaitu memotong dan menyayat roostrock seperti huruf V dan scion disayat kanan kiri menjadi lancip kemudian di sambungkan dan diikat dengan parafilm. Tutup sambungan menggunakan plastik es bening untuk menghindari masuknya air yang berlebihan dan untuk menjaga kelembaban supaya scion tidak layu.

Bibit hasil grafting diletakan pada tempat teduh dengan paranet intensitas 70%. Saat grafting masih ditutup dengan plastik es inilah masa yang paling rentan, sehingga pemeliharaan  dan pengamatan grafting dilakukan setiap hari untuk memastikan kondisi dan keamanannya terjaga sampai dengan plastik penutupnya dibuka. Plastik es dibuka setelah usia grafting 8 (delapan) minggu atau sampai dengan tunas baru yang tumbuh dari scion kuat beradaptasi dengan lingkungan terbuka.

        Baca juga:
        Mengembalikan Kejayaan Cendana di Indonesia

Sebagaimana diketahui cendana (Santalum album Linn) atau Sandalwood merupakan salah satu tanaman asli Indonesia, khususnya dari Kepulauan Nusa Tenggara Timur. Tanaman ini mempunyai nilai komoditas tinggi.

Karakteristik kayu cendana sangat khas yaitu mengandung minyak dengan aroma wangi pada kayu terasnya. Kayu cendana dimanfaatkan untuk industri kerajinan, minyak wangi, obat-obatan, kosmetik dan aromaterapi. Banyaknya manfaat cendana inilah yang membuatnya menjadi komoditi perdagangan dengan nilai ekonomi yang mahal. Namun sayangnya eksploitasi yang tidak diimbangi dengan penanaman menjadikan keberadaannya semakin langka.

 

      Link terkait :

      https://www.instagram.com/p/CFjJmDGAa1g/?igshid=tq4y8z89o2zw

 

Kontributor: Arif Setiawan, S.Hut . (@arif_zq )



Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)
Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                : breeding@biotifor.or.id
Website            : www.biotifor.or.id
Instagram        : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook         : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
Youtube            : http://youtube.com/c/BiotiforJogja
E-Journal         : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index