BALAI BESAR LITBANG BIOTEKNOLOGI DAN PEMULIAAN TANAMAN HUTAN YOGYAKARTA BERHASIL MENDAFTARKAN KEMBALI 4 VARIETAS BARU PADA PUSAT PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN

ADMIN | Senin , 5-Okt-2020

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta, kembali memiliki 4 varietas unggul baru tanaman hutan yang secara resmi telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman pada bulan Juni tahun 2020.  Empat varietas tersebut terdiri atas 3 varietas jenis Ekaliptus dan 1 varietas jenis hibrid Akasia. Nama varietas jenis Ekaliptus tersebut adalah Purwo Bersinar Ep058, Purwo Bersinar Ep063, dan Purwo Bersinar Ep070 dengan nomor sertifikat berturut-turut adalah 862/PVHP/2020, 863/PVHP/2020 dan 864/PVHP/2020. Sedangkan nama varietas jenis hibrid Akasia adalah Varietas Purwo Sri Ah025 dengan nomor sertifikat 861/PVHP/2020. Varietas baru tersebut merupakan hasil perakitan varietas yang telah dilakukan oleh BBPPBPTH melalui Teknik Hibridisasi baik secara alami maupun buatan.

 Dr. Arif Nirsatmanto selaku Ketua Pemulia Varietas jenis Ekaliptus menjelaskan bahwa 3 varietas  baru jenis Ekaliptus tersebut mempunyai perbedaan morfologi yang menyolok pada bentuk daun dan permukaan kulit batang. Ketiga varietas tersebut mempunyai bentuk batang lurus dengan produktivitas pertumbuhan volumenya mencapai 35-40 m3/ha/th atau 22%-137% di atas jenis E. pellita dari kebun benih semai generasi pertama (F1). Proses selanjutnya adalah akan dilakukan pengujian terhadap sifat-sifat kayunya sebagai bahan baku industri berbasis serat.

 Dengan bertambahnya 3 varietas baru ini, maka BBPPBPTH telah mempunyai 6 varietas unggul jenis Ekaliptus yang secara resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman. Tiga varietas lain yang telah resmi terdaftar pada tahun 2018 adalah Varietas Purwo Bersinar Ep006, Purwo Bersinar Ep007 dan Purwo Bersinar Ep014. Sifat-sifat kayu ketiga varietas tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar  SNI sebagai bahan baku industri pulp, kertas dan rayon (dissolving pulp). Saat ini varietas tersebut sedang diperbanyak secara masal menggunakan teknik kultur jaringan sebagai persiapan materi genetik untuk pembangunan prototype yang akan dilakukan pada tahun 2021 bekerja sama dengan mitra industri pulp/kertas di Indonesia.

Dr. Sri Sunarti selaku Ketua Pemulia Varietas Purwo Sri Ah025 menjelaskan bahwa Varietas Purwo Sri Ah025  merupakan hibrid hasil persilangan buatan antara Acacia mangium dan A. auriculiformis yang merupakan pohon plus dari kebun benih semai  generasi pertama (F1). Varietas  Purwo Sri Ah025 mempunyai keunggulan berbatang lurus  dengan kulit batang retak merata berwarna coklat kemerahan menyerupai induk betinanya (A. mangium). Produktivitas pertumbuhan volumenya mencapai  ±45m3/ha/th atau sebesar ±14% lebih tinggi dibandingkan jenis A. mangium dari kebun benih semai generasi pertama (F1). Keunggulan lain varietas baru ini adalah adaptabilitas yang cukup tinggi terhadap lahan marginal dan lebih toleran terhadap serangan penyakit. Selain itu kualitas kayunya  telah memenuhi standar SNI sebagai bahan baku industri pulp, kertas dan rayon (dissolving pulp).

Dengan bertambahnya 1 varietas baru ini, maka BBPPBPTH telah memiliki 2 varietas unggul jenis hibrid Akasia yang secara resmi telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman. Satu varietas lain yang telah resmi terdaftar pada tahun 2018 adalah Varietas Purwo Sri Ah044 dengan kualitas kayu yang telah memenuhi standar SNI sebagai bahan baku pulp, kertas dan rayon (dissolving pulp). Saat ini, varietas tersebut tengah diperbanyak secara masal menggunakan teknik kultur jaringan sebagai persiapan materi genetik untuk pembangunan prototype  pada tahun 2021 bekerja sama dengan HPH tanaman industri pulp/kertas di Indonesia.

Dengan demikian, BBPPBPTH telah memiliki varietas tanaman hutan yang resmi terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman sebanyak delapan (8) varietas. Proses selanjutnya adalah pengajuan Hak Perlindungan Varietas Tanaman yang telah dilakukan terhadap 4 varietas yang terdaftar pada tahun 2018. Target selanjutnya adalah mendapatkan 2 varietas baru Terdaftar dan terkabulnya Hak Perlindungan Tanaman sebanyak 2 varietas setiap 2 tahun pada tahun 2021-2024. Diharapkan dengan adanya varietas baru yang telah dihasilkan ini, mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan baku industri berbasis serat (pulp, kertas, rayon) di Indonesia serta peningkatan nilai TKDN melalui pengurangan impor bahan baku serat.(SS,AN)

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)
Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                : breeding@biotifor.or.id
Website            : www.biotifor.or.id
Instagram          : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook          : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
Youtube             : http://youtube.com/c/BiotiforJogja