DUA TAHAPAN SELEKSI DALAM PEMULIAAN KAYUPUTIH GENERASI KEDUA

ADMIN | Kamis , 28-Jan-2021

Biotifor.or.id --- Dua tahapan seleksi pada plot uji keturunan F2 kayuputih di Gunungkidul, yaitu seleksi dalam plot dan seleksi famili, terbukti mampu memberikan perolehan genetik yang cukup besar dalam pemuliaan kayuputih yaitu lebih dari dua puluh persen. Hal ini ditulis oleh Sumardi, S.Hut, M.Sc. dan tim peneliti kayuputih BBPPBPTH pada Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Vol 12 No 1, Juni 2018 halaman 65-73 yang berjudul “Seleksi perolehan genetik pada uji keturunan generasi kedua kayuputih (Melaleuca cajuputi subsp. Cajuputi) di Gunungkidul”.

Lebih lanjut Sumardi menjelaskan bahwa upaya pemuliaan tanaman kayuputih telah dimulai dengan membangun kebun benih uji keturunan skala kecil pada tahun 1998 di Paliyan Kabupaten Gunungkidul dengan menggunakan 19 famili yang berasal dari Kepulauan Buru, Ambon, Seram, dan Australia bagian barat dan utara. Untuk memperluas basis genetiknya pada tahun 2002 dibangun kebun benih uji keturunan generasi pertama (F1) di Gundih, Ponorogo dan Cepu. Upaya peningkatan kualitas genetik kayuputih berlanjut pada pembangunan plot uji keturunan generasi kedua (F2) pada tahun 2008 dengan materi genetik berasal dari pohon plus kebun benih F1 dan beberapa famili hasil persilangan terkendali.

“Walaupun pemuliaan kayuputih sudah memasuki generasi kedua, informasi seleksi dan perolehan genetiknya belum pernah dilaporkan. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui informasi parameter genetik dan seleksi serta pengaruhnya terhadap perolehan genetik pada uji keturunan F2 kayuputih di Gunungkidul”, ungkap Sumardi.

Sumardi juga menyebutkan bahwa bahan penelitian yang digunakan adalah tanaman kayuputih pada plot uji keturunan F2 di Petak 93, Playen umur 24 bulan. Penelitian dilakukan dengan pengukuran tinggi dan diameter tanaman menggunakan galah dan kaliper dan Rancangan penelitian yang digunakan pada plot uji keturunan F2 adalah rancangan acak lengkap berblok (RALB) sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis varians dan parameter genetik.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua tahapan seleksi pada plot uji keturunan F2 kayuputih di Gunungkidul, yaitu seleksi dalam plot dan seleksi famili, terbukti mampu memberikan perolehan genetik yang cukup besar dalam pemuliaan kayuputih, yaitu >20%”, jelas Sumardi.

Seleksi multi sifat menggunakan indeks seleksi dari dua kriteria seleksi, yaitu tinggi dan diameter, memberikan arah yang tepat dalam pencapaian target peningkatan produktivitas kayuputih, khususnya dalam peningkatan biomassa daun. Untuk itu dalam proses seleksi pada plot uji keturunan F2 kayuputih, sifat diameter perlu mendapatkan prioritas bobot yang lebih tinggi sebagai kriteria seleksi *** (EDL)

Selengkapnya dapat dibaca pada tautan berikut:

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/article/view/2983

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA):
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                breeding@biotifor.or.id

Website             www.biotifor.or.id

Instagram         https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook          www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube            http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal           http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index