PERTAMA DI KLHK, VARIETAS BARU TANAMAN KEHUTANAN DIMOHONKAN HAK PVT

ADMIN | Selasa , 30-Maret-2021

Empat varietas baru hasil pemuliaan Biotifor sedang dalam Uji BUSS untuk memperoleh Hak PVT.

Biotifor.or.id - Menurut Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc. peneliti BBPPBPTH, varietas baru tanaman kehutanan yang memperoleh Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sebelumnya telah ada yang menjadi milik swasta dan BUMN, namun apabila varietas-varietas baru yang sedang dalam Uji BUSS ini memperoleh hak PVT akan menjadi yang perlama di KLHK.

Empat varietas hasil pemuliaan yang dimohonkan Hak PVT-nya tahun ini adalah Varietas Purwo Bersinar Ep006, Purwo Bersinar Ep007, Purwo Bersinar Ep014 dan Purwo Sri Ah044. Varietas Purwo Bersinar adalah varietas dari jenis Eucalyptus pellita sedangkan varietas Purwo Sri merupakan dari jenis hibrid Acacia yaitu hibrid hasil persilangan antara A. mangium × A. Auriculiformis.

Hal ini disampaikannya ketika mendampingi tim Tim pelaksana Uji BUSS dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertania, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, di KHDTK Wonogiri, Kamis (25/03/2021).

Uji BUSS yang merupakan pemeriksaan terhadap varietas tanaman yang dimohonkan untuk mendapatkan hak PVT meliputi sifat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan dengan menggunakan metode yang telah ditentukan dalam Panduan Pelaksanaan Uji (PPU) Eucalyptus PVT/PPU/16/2 tanggal 8 Desember 2016.

Inisiator Tim Acacia hibrid dan Eucalyptus pellita BBPPBPTH terdiri dari Dr. Sri Sunarti, S.Hut.,MP, Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc., Teguh Setyaji, S.Hut.,MP., Dwi Kartikaningtyas, S.Hut., Betty Rahma H., S.Hut.M.Sc, Surip, S.Hut.,M.Sc., Dwi Siwi Yuliastuti, S.Hut., dan Sumaryono.

“Persiapan yang dilakukan untuk uji BUSS adalah menyiapkan objek tanaman berupa bibit umur 4-6 bulan (fase 1), umur 36-48 bulan (fase 2) dan umur 72 bulan ke atas (fase 3),” ujar Dr. Sri Sunarti.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pegujian yang dilakukan pada tanggal 24-26 adalah pemeriksaan dan pemotretan karakter morfologi tanaman yang dimohonkan dan tanaman pembanding dengan sifat-sifat yang diamati disesuaikan dengan Panduan Pelaksanaan Uji (PPU) jenis Eucalyptus dan PPU jenis Acacia yang telah disahkan oleh Kepala PVTPP. Pemeriksaan atau pengujian tersebut bertujuan untuk mencari perbedaan karakter (minimal 1) antara tanaman yang dimohonkan dengan tanaman pembanding. Lokasi pemeriksaan dan pemotretan karakter morfologi tanaman di kantor BBPPBPTH (Green House) dan KHDTK Wonogiri.

“Varietas yang telah dikabulkan permohonannya (granted) dapat dilepas/digunakan secara komersial ke pengguna (stake holder) dengan melalui prosedur tertentu yang diatur dalam perjanjian khusus ttg penggunaan HAKI,” papar peneliti asal Solo ini.

Ia menambahkan bahwa Hak PVT mempunyai arti penting yaitu penghargaan atau pengakuan yang diberikan oleh negara kepada  pemulia/instansi atas  varietas tanaman yang telah dirakit atau  varietas tanaman yang telah dikembangkan, sekaligus untuk melindungi konsumen (penanam bahan tanam atau pengguna produk) dari pemalsuan atas produk yang dihasilkan dari varietas tersebut.

Tanaman yang telah memiliki Hak PVT secara hukum dilindungi secara sah oleh negara yang dalam hal ini diwakilkan kepada Kementan yang  tertuang dalam Sertifikat Hak PVT yang dikeluarkan oleh Kapus PVTPP, sehingga apabila ada pihak-pihak yang akan menggunakan/memanfaatkan harus mendapatkan ijin dari pemilik varietas tersebut (pemulia/instansi). Periijinan penggunaan varietas oleh pengguna mencakup hak dan kewajiban para pihak yang tertuang dalam perjanjian tertentu.

“Informasi lain adalah Varietas ini merupakan produk (out put) paling tinggi yang dihasilkan oleh pemulia yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat/pengguna sehingga dapat mendukung/berkontribusi dalam  pembangunan nasional, “ pungkas Dr. Sri Sunarti.

Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian pada Uji BUSS ini menugaskan Tim pelaksana yang terdiri dari Nurdini Khadijah, SP.MP, Nani Suwarni, SP.MSi, Susilowati, SP dan Nia Susilo W, SP.M.Si., keempatnya adalah Pejabat Fungsional Pemeriksa PVT.

Tim uji dari Kementan menyampaikan bahwa setelah uji BUSS tahapan selanjutnya adalah dibawa ke sidang komisi yang diagendakan sekitar bulan Mei-Juni 2021.  Harapan besar Tim pemulia perakit varietas BBPPBPTH dapat berhasil meningkatkan status empat varietas baru hasil pemuliaan tersebut dari Registered menjadi Granted.(***)

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)
Email                    : breeding@biotifor.or.id
Website                : www.biotifor.or.id
Instagram             : www.instagram.com/biotifor_jogja
Facebook              : www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294
Youtube                : http://youtube.com/c/BiotiforJogja
E-Journal              : http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index
Website BLI          : https://www.forda-mof.org/