POTENSI PEMULIAAN EMPAT JENIS JATI

ADMIN | Kamis , 8-April-2021

Biotifor.or.id – “Buku ini memberikan gambaran peluang pemuliaan yang bisa dilakukan dimasa mendatang berdasarkan variasi morfologi dari empat spesies jati yang ada, dengan membaca buku ini diharapkan para peneliti, pemerhati dan pemerhati hutan tanaman jati semakin tergugah untuk membuat terobosan penelitian pemuliaan jati dimasa mendatang” kata M. Anis Fauzi peneliti Balai Besar Litbang BPTH dalam buku berjudul “Beberapa Jenis jati (Tectona sp), variasi dan potensi pemuliaannya”.

M. Anis Fauzi sebagai penulis pertama buku ini juga menjelaskan bahwa sampai saat ini indonesia mempunyai luasan tanaman jati nomor 2 terluas di dunia setelah india. Potensi yang sedemikian besar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan melalui program pemuliaan yang terpadu dan terencana. Program pemuliaan jati di Indonesia telah dilaksanakan mulai tahun 1932 dengan uji provenans jati di beberapa tempat. Berdirinya teak center di Cepu tahun 1997 menandai semakin intensifnya kegiatan pemuliaan jati.

“Keempat jenis jati tersebut adalah Jati (Tectona grandis Linn.f); Jati dahat (Tectona hamiltoniana Wallich);  Jati philipina (Tectona philippinensis Benth and Hook. F) dan Jati kluwih (Tectona abludens)”,  jelas Anis, panggian akrab peneliti muda ini.

Pohon jati bagi masyarakat lokal terutama di pulau Jawa telah menjadi budaya dalam kehidupan mereka, terbukti hampir disetiap aspek kehidupan mereka pohon jati memegang peranan penting. Mulai dari ujung daun sampai akar pohon jati semua bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi, nilai sosial dan budaya yang berperan dalam masyarakat sekitar hutan jati.

“Dalam program pemuliaan tanaman jati ada tiga potensi dasar yang dapat dikembangkan agar diperoleh keturunan yang menghasilkan benih unggul. Ketiga potensi tersebut adalah sebaran alam dan ras lahan yang luas; varietas atau tipe penampilan jati yang berbeda dan variasi penampilan individu-individu pohonnya”, tambah Anis.

Salah satu tujuan dari pemuliaan pohon adalah untuk meningkatkan mutu genetik tanaman melalui proses seleksi dan persilangan dengan memanfaatkan potensi tanaman tersebut. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keragaman genetik jati adalah dengan introduksi, persilangan, manipulasi kromosom, mutasi dengan pemaparan radioaktif, manipulasi gen dan transfer gen.

Diakhir tulisannya anis menyatakan bahwa saat ini program penelitian dan pengembangan jati masih pada satu jenis saja, sedangkan untuk jenis jati yang lain masih berupa upaya konservasi genetik baik in-situ dan ex-situ.

Penulis dan kantor Balai Besar Litbang BPTH mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pusat Data Informasi Kementerian LHK dan tim sehingga buku ini dapat dicetak dan dipublikasikan*** (EDL)

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA):
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email                     breeding@biotifor.or.id

Website                 www.biotifor.or.id

Instagram              https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook              www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube                 http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal              http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index