TIMOHO: MEMANTIK PELESTARIAN BUDAYA, LINGKUNGAN DAN PASTISIPASI MASYARAKAT

ADMIN | Jumat , 16-April-2021

BIOTIFOR - Dalam rangka konservasi dan penyediaan benih jenis Timoho (Kleinhovia hospita L), yang kayunya digemari para pengrajin keris karena nilai seni dan ekonominya tinggi di Yogyakarta, Tim peneliti BBPPBPTH telah melakukan pembangun plot Konservasi Sumberdaya Genetik (KSDG) Timoho di areal calon Hutan Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Kepuh Harjo dan Forum Peduli Lingkungan-Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL- PALEM).

Dr. Nur Sumedi, Kepala BBPPBPTH sangat menaruh perhatian pada salah satu jenis khas DIY tersebut. Seperti “pucuk dicinta ulam tiba”, spirit itu bersambut dengan misi Kepala Desa Kepuh Harjo Heri Suprapto dan Ketua FPL-PALEM Warjono, yang bersama kelompoknya tengah merancang pengembangan hutan desa untuk tujuan konservasi, pendidikan, ilmiah dan wisata dengan melakukan eksplorasi dan menanam kembali jenis-jenis unggulan lokal yang kian langka.

“Meski terdiri dari jumlah pohon induk Timoho yang sangat terbatas hasil koleksi dari Sleman, Kota Yogyakarta dan Bantul tahun 2019 lalu, namun disamping untuk keperluan konservasi, plot tersebut juga telah didesign sebagai salah satu sumber benih. Semoga bermanfaat bagi masyarakat luas di masa datang”, kata Yayan Hadiyan, penanggungjawab kegiatan Tanaman Khas DIY dari BBPPBPTH.

Baca juga: Mencari Jejak Tanaman Mentaok dan Timoho di Jogja

Warjono dan masyarakat Kepuh Harjo berkomitment untuk tidak hanya semangat dalam menanam saja, tetapi juga dalam menjaga dan memelihara Timoho tersebut ke depan. Dia berharap plot KSDG Timoho, yang disebutnya “Taman Timoho” juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi para siswa, mahasiswa, peneliti dan lain-lain untuk berkunjung dan belajar ke Desa Kepuh Harjo yang berada di kaki Gunung Merapi itu.

BBPPBPTH juga masih akan memberikan bantuan bibit kepada masyarakat Kepuh Harjo untuk ditanam mandiri di pekarangan atau lahan pertanian mereka dan melakukan monitoring serta evaluasi pertumbuhannya di masa datang.

“Kegiatan ini diharapkan pula menjadi bagian dari sosialisasi dan upaya membangun kesadaran kepada masyarakat tentang Timoho yang bernilai budaya tapi kian langka di DIY’, ujar Yayan.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para pihak sehingga plot tersebut dapat terbangun di tengah cekaman pandemi Covid-19 yang membatasi banyak hal di lapangan, juga terima kasih secara khusus kepada tim lapangan: Rusdi Elvia, Ari Fiani, Yuliah, dan Yohanes Wibisono serta tim penelitian Khas DIY lainnya.

“Disamping memenuhi keperluan konservasi, pembangunan Plot KSDG Timoho juga bisa untuk sumber benih alternative, sarana sosialisasi dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya Timoho yang bernilai budaya tapi kini kian langka di Yogyakarta”. ***(YH)

Baca juga: Virtual Meeting Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR)

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun Pakem Sleman DI Yogyakarta (Indonesia)

Email: breeding@biotifor.or.id

Website: www.biotifor.or.id

Instagram: www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook: www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube: http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal: http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index