SUMBER BENIH BAKAU RHIZOPORA MUCRONATA UNTUK MENDUKUNG PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

ADMIN | Kamis , 29-April-2021

Biotifor.or.id - Dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), KLHK melaksanakan Kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove seluas 15.000 Ha dengan melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar 34 provinsi di seluruh Indonesia. Selain untuk meningkatkan luasan habitat mangrove, hal ini juga dilaksanakan dalam rangka pemenuhan lapangan pekerjaan, dan peningkatan daya beli masyarakat di sekitar pesisir pantai. Kebutuhan bibit mangrove untuk memenuhi program tersebut memerlukan pemenuhan sumber benih berbagai jenis bakau yang sesuai dengan habitat tumbuhnya.

Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc dan Dr. Ir. Asri Insiana Putri, MP yang mewakili BBPPBPTH beserta 3 instansi lainnya yaitu Balai Perbenihan Tanaman hutan Wilayah I di Palembang, Perbenihan Tanaman Hutan di Jakarta dan Unit Pelaksana Teknis Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Kehutanan, pemerintah Provinsi Jawa Timur pada akhir Maret 2021 melakukan supervisi sertifikasi sumber benih jenis bakau Rhizopora mucronata di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ir. Basunando, MM., Kepala Unit Pelaksana Teknis Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Kehutanan Jawa Timur di Surabaya menyambut baik dan mendukung sertifikasi sumber benih kelas tegakan benih teridentifikasi bakau ini untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat pesisir pantai melalui perencanaan dan penanganan sumber benih mangrove secara baik.

Permohonan sertifikasi sumber benih tanaman hutan dengan kelas Tegakan Benih Teridentifikasi (TBT) jenis bakau Rhizopora mucronata dilakukan oleh CV. Bumi Lestari seluas 1,4 Ha di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Lokasi ini berdekatan dengan Mangrove Centre Tuban sebagai pusat Pendidikan lingkungan.  Umur tegakan 25 tahun, jumlah pohon induk sebanyak 30 pohon dengan potensi produksi 9.000 propagul setiap tahun, pembuatan bibit secara kontinyu dan dikelola dengan baik dan sudah digunakan masyarakat sekitar untuk perluasan penanaman di wilayah yang lebih luas.

"Sertifikasi sumber benih mangrove merupakan langkah awal dalam rangka mensukseskan rehabilitasi hutan mangrove dan ekosistem pesisir”, ungkap Dr. Arif.

Salah satu keunggulan mangrove di lokasi tersebut adalah dari hasil mangrove buatan yang menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk jenis R. mucronate sehingga dapat berkembang baik walaupun sebelumnya bukan merupakan kawasan mangrove. Sampai saat ini bakau R. mucronata teridentifikasi paling sesuai untuk wilayah tersebut.

Manfaat yang diperoleh adalah terlindunginya kawasan pesisir pantai dari abrasi, terbentuknya ekosistem bakau dengan komposisi flora dan fauna yang lebih beragam, menjadi kawasan wisata pantai, serta potensi penghasil bibit bakau yang terus meningkat sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar.

Dr. Asri menyampaikan bahwa bakau menyusun sendiri tanah untuk hidupnya, menyediakan tempat tumbuh tanaman dan hewan di sekitarnya, menyerap dan menyimpan karbon agar terhindar dari bencana. Bila ribuan bibit bakau jadi teman kita, niscaya sepanjang pantai Indonesia akan sejahtera, laut bukan jadi petaka.

“Kekokohan akar bakau menyangga bumi sebagai rumah mahluk hidup dengan menyimpan karbon untuk nafas kita, mencegah erosi dan merangkul samudera untuk mengayomi kita”, jelas Dr. Asri.

Hasil tinjauan dan kelengkapan data-data, maka permohonan sertifikasi sumber benih kelas tegakan benih teridentifikasi bakau dapat diproses lebih lanjut oleh Unit Pelaksana Teknis Perbenihan Tanaman Hutan, Dinas Kehutanan Jawa Timur di Surabaya.***(AIP)

 

 

Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BIOTIFOR YOGYA)
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM15 Purwobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Yogyakarta (Indonesia)

Telp. (0274) 895954; 896080 Fax. (0274) 896080

Email breeding@biotifor.or.id

Website www.biotifor.or.id

Instagram https://www.instagram.com/biotifor_jogja

Facebook www.facebook.com/Balai-Besar-Litbang-BPTH-187407891327294

Youtube http://youtube.com/c/BiotiforJogja

E-Journal http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPTH/index