Hutan Penelitian Sumberwringin Bondowoso

ADMIN | Rabu , 24-Juli-2013

A. Pendahuluan

Hutan Penelitian Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur dibangun tahun 1937 dengan luas 23,6 Ha, pada awalnya dikelola oleh Lembaga Penelitian Hutan (LPH) Bogor yang pada saat ini bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam (P3HKA). Hutan Penelitian Sumberwringin ini (masih bernama kebun penelitian) diserahkan pengelolaannya kepada BP2TPDAS-IBB Surakarta tahun 1997, selanjutnya dilimpahkan kepada Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan pada tahun 2000. Sejak dibangun sampai saat ini, Hutan Penelitian Sumberwringin memiliki koleksi tanaman hutan sebanyak 59 jenis, berasal dari 52 lokasi baik dari dalam maupun luar negeri, yang mewakili jenis-jenis tanaman tinggi beriklim basah. Jumlah tanaman yang ada sebanyak 3879 pohon (jumlah tanaman belum termasuk tanaman penelitian jenis Araucaria cunninghamii yang ditanam pada bulan Desember tahun 2002 dan bambu petung (Dendrocalamus asper) serta ulin (Eusideroxylon zwageri) yang ditanam pada tahun 2004. Jenis-jenis tanaman yang ada berupa jenis introduksi dalam rangka untuk perlakuan uji kesesuain jenis dan kegunaannya sebagai tanaman koleksi dan konservasi.

Pada saat dikelola oleh BP2TPDAS-IBB Surakarta kegiatan penelitian yang dilakukan pada Hutan Penelitian Sumberwringin diprioritaskan pada kegiatan kajian konservasi tanah, kajian kesesuaian jenis tanaman, pengukuran erosi dan sosial ekonomi. Sejak pengelolaannya diserahkan dari BP2TPDAS-IBB Surakarta kepada P3BPTH, kegiatan yang dilaksanakan adalah kegiatan pengamanan, pemeliharaan dan penataan ulang. Penataan ulang yang telah dilakukan adalah kegiatan pengamatan tentang lokasi-lokasi yang masih kosong dan memungkinkan untuk dijadikan areal penelitian baru. Sejak bulan Desember tahun 2002 telah dilakukan kegiatan penelitian yang dilaksanakan yaitu penelitian A cunninghamii dengan tujuan konservasi dan pemuliaan. Selain jenis A cunninghamii akan dilakukan pula penelitian jenis ulin (Eusideroxylon zwageri) dan bamubu petung (Dendrocalamus asper) yang direncanakan dimulai tahun 2005.

B. Lokasi

Secara administratif hutan penelitian Sumberwringin terletak didesa Wringinanom, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Dari kota Bondowoso ke Hutan Penelitian Sumberwringin dapat ditempuh kurang lebih 1 jam 15 menit melalui jalan darat dengan jalan beraspal.

C. Kondisi Klimatologi

Menurut Schmidt dan Ferguson, Hutan Penelitian Sumberwringin termasuk iklim tipe B, curah hujan 2400 mm/tahun, hari hujan terbanyak bulan Januari dan menurun mulai bulan Juni.

D. Kondisi Topografi

Jenis tanah asosiasi andosol coklat, rata-rata kelerengan berkisar 0 – 15% dan merupakan fisiografi dataran serta ketinggian +- 800 m diatas permukaan laut.

E. Kondisi Ekologis

Tanaman pengganggu yang sering ditemukan adalah pertumbuhan gulma berupa semak (kirinyu,alang-alang).

F. Core Reseacrh

Dalam tahun 2004, sejalan dengan perkembangan kebijakan Badan Litbang Kehutanan untuk menata kembali setiap KHDTK, Hutan Penelitian Sumberwringin dalam pengembangannya diarahkan menjadi Hutan Penelitian dengan core research konversi genetik untuk mendukung program pemuliaan dan kontribusi terhadap konversi biodiversitas. Pada lokasi tersebut akan dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga memungkinkan untuk dikembangkan penelitian berbagai jenis terutama jenis-jenis yang sesuai untuk kondisi ekologis hutan dataran tinggi dengan curah hujan tinggi.

G. Status Kegiatan Penelitian

Hutan Penelitian Sumberwringin yang dibangun tahun 1937 semula ditujukan untuk introduksi jenis-jenis tanaman yang mewakili tipe hutan dataran tinggi. Saat ini, HP Sumberwringin tercatat memiliki koleksi tanaman hutan sebanyak 59 jenis, yang berasal dari 52 lokasi baik dari dalam maupun luar negeri. Selama dikelola BP2TPDASIBB Surakarta (1997-2000), jenis kegiatan utama adalah pemeliharaan tanaman, pengamatan pertumbuhan tanaman, pembungaan, pengamatan profil tanah, konservasi tanah, kajian kesesuaian tanaman dan sosial ekonomi.

Sejak dikelola P3BPTH kegiatan penelitian yang telah dilakukan adalah konservasi genetik dan tahap awal pemuliaan yang dimulai pada tahun 2002 jenis A. cunninghamii. Pembangunan kebun konservasi bentuk kebun pangkas dilaksanakan seluas 1,08 ha, dengan 20 tree plot, 8 provenans dan 3 ulangan. Delapan provenans tersebut meliputi; 1)Nerwah, 2)Tuan, 3)Tumbii, 4)Anjai, 5)Dakrau, 6)Morepen, 7)Anggresi, 8)satu provenans dari Bondowoso.

Kegiatan penelitian A. cunnninghamii di Hutan Penelitian ini terbagi menjadi 2 kegiatan, yaitu; 1) Pembangunan uji keturunan dan 2) Pembangunan kebun benih klon.

Pembangunan uji keturunan dilaksanakan bulan Desember 2002 dengan luas 1,07 ha, berasal dari 3 provenans, dengan 4 tree plot, 28 famili dan 8 ulangan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang provenans maupun individu unggul, selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk kegiatan seleksi berdasarkan pertumbuhan dari masing-masing individu pohon.

Pembangunan kebun pangkas dilaksanakan bulan Desember tahun 2002 dengan luas 0,5 ha, dengan 25 tree plot dan 17 famili, sedangkan kebun bending dilakukan bulan Desember 2002 seluas 0,5 ha, dengan 25 tree plot dan 15 famili. Materi tanaman yang digunakan untuk pembangunan kebun benih klon berasal dari individu-individu hasil seleksi pada kebun uji keturunan, sehingga diharapkan benih yang dihasilkan mempunyai kualitas unggul. Mengingat pembangunan kebun uji keturunan masih dalam tahap awal, maka kegiatan ini diawali dengan pengembangan metode pembiakan vegetatif, baik secara makro maupun mikro (in vitro). Hal ini dimaksudkan agar pada saat pohon-pohon telah siap diseleksi, teknik pembiakan yang terbaik juga telah dikuasai.

H. Jenis Tanaman

Jenis tanaman yang terdapat di Hutan Penelitian Sumberwringin berdasarkan data dari BP2TP DAS-IBB Surakarta tahun 1997 sebanyak 59 jenis, berasal dari 52 lokasi dengan jumlah pohon sebanyak 3879 pohon. Berdasarkan data hasil pengamatan sampai tahun 2004 jumlah tanaman yang mati dan yang roboh sebanyak 33 pohon (10 jenis) tersebar dalam 15 petak. Selain jenis-jenis tanaman tersebut di atas, telah dilakukan pula penelitian jenis A. Cunnninghamii pada tahun 2002. Adapun jenis-jenis tanaman yang terdapat di Hutan Penelitian Sumberwringin tahun 2004, sebagaimana pada Lampiran1.