Sosialisasi Pedoman Akreditasi SKB Ka LIPI Dan Dirjen DIKTI

ADMIN | Rabu , 19-Feb-2014

YOGYA (biotifor.or.id) – Beberapa waktu lalu tepatnya pada hari Kamis (23/01/2014) dilaksanakan Sosialisasi Pedoman Akreditasi Majalah Ilmiah. Pada acara tersebut hadir Kepala Pusbindiklat Peneliti LIPI (Prof. Dr. Enny Sudarmonowati) sekaligus memberikan materi tentang draft Surat Keputusan Bersama Kepala LIPI dan Dirjen Dikti : Pedoman Akreditasi Terbitan Ilmiah Berkala dan Kiat Menjadi Jurnal Ilmiah Terindeks Lembaga Pengindeks Internasional. Selain itu juga ada Bapak Sutrisno yang menyampaikan materi Persiapan Menuju Elektronik Jurnal.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Kepala Pusprohut (Dr. Ir. Bambang Tri Hartono, MF), Kepala Bidang Evaluasi, Diseminasi dan Perpustakaan (Ir. C. Nugroho, M.Sc), Kepala Balai Penelitian Teknologi Agroforestry Ciamis (Ir. Harry Budisantoso, MP.), Anggota Dewan Redaksi dan Mitra Bestari Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan yaitu Dr. Sapto Indrioko, S.Hut.,MP dan Dr. Ir. Taryono, M.Sc., dan beberapa peneliti dari Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS Solo.
Dr. Ir. Amir Wardhana, M.For.Sc mengharapkan bahwa dengan hadirnya Dewan Redaksi dan Mitra Bestari Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan pada acara ini dapat “bersinergi” dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber, sehingga dapat memperlancar pengelolaan dan meningkatkan kualitas jurnal.
Beberapa hal penting yang dapat digarisbawahi antara lain diklat pengelolaan publikasi sangat perlu diadakan dan sebaiknya dikoordinir oleh Badan Litbang Kehutanan, untuk jurnal on line agar dikelola oleh Badan Litbang, khususnya infrasruktur, agar berhati-hati dengan predatory journal, kewenangan final sebuah karya tulis terbit di jurnal adalah kewenangan dewan redaksi berdasarkan saran dari mitra bestari.

Kemudian, penerapan standar kompetensi bagi peneliti diberlakukan lebih diperketat, terkait dengan masalah plagiasi agar screening awal dilakukan di unit kerja masing-masing dan pengelola jurnal agar lebih jeli, karena apabila sampai tersandung masalah plagiasi maka yang menjadi korban tidak hanya penelitinya tetapi jurnal itu juga akan terkena dampaknya.(mna)