Populasi Pemuliaan Species Adaptif Pada Kondisi Ekstrim Untuk Antisipasi Perubahan Iklim

ADMIN | Senin , 23-Feb-2015

 

Tanaman perlu beradaptasi untuk mempertahankan kelestariannya di permukaan bumi dengan adanya perubahan iklim dunia yang mengarah pada kondisi ekstrim Daerah kering yang ada yang menggambarkan salah satu efek akibat fenomena pemanasan global nantinya akan semakin meluas, dan penyediaan spesies adaptif pada kondisi tersebut sangat diperlukan. Pengujian menggunakan 25 aksesi dari 21 spesies telah dilakukan dengan pembangunan plot uji kombinasi uji spesies-provenans spesies adaptif daerah kering untuk antisipasi perubahan iklim di 3 lokasi uji yakni di Gunung Kidul, Pracimantoro Wonogiri dan Bangkalan Madura dengan 25 pohon/plot x 3-5 blok dengan jarak tanam 3x3m. Sementara pengujian pada kondisi terontrol dilakukan dengan kekeringan 0, 20, 30 dan 40 hari, dengan pengamatan karakter fisiologi dan anatomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi penanaman di bidang Kehutanan dengan pemeliharaan terutama pada tahun pertama dengan penyiraman infus buatan sangat menentukan keberhasilan pada penanaman di kondisi ekstrim kering. Berdasarkan pengujian lapangan dan terkontrol, sebanyak 4 spesies mempunyai persen hidup serta biomasa yang tinggi pada kondisi kering, dengan urutan yang terbaik secara berurutan adalah Acacia auriculiformis, Johar, Jati dan Vitex. Sementara jenis lain yang berpenampilan sedang adalah Waru, Kepuh dan Pulai. Bibit unggul secara biomas tidak menjamin ketahanan pada kondisi kering. Serangan hama dan penyakit dengan jenis serangan yang berbeda, pada musim kemarau lebih banyak dari pada musim penghujan, dan tingkat keparahan tidak menjamin turunnya vigoritas tanaman.

 

Pelaksana Kegiatan : Dr. Ir. Rina Laksmi Hendrati, MP.; Dr. Ir. Budi Leksono, MP.; Dedi Setiadi, MP.; Nur Hidayati S. Hut., MP.; Alin Maryanti.; Suwandi