HASIL LITBANG B2P2BPTH SIAP MENDUKUNG PROGRAM KEMANDIRIAN BANGSA

ADMIN | Jumat , 21-April-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Dr. Henry Bastaman, image lembaga litbang sebagai “Rumah Hantu”, dimana para peneliti diibaratkan bekerja di bawah menara gading, harus dibongkar. Hasil litbang seharusnya sangat dekat dengan upaya pemecahan masalah masyarakat sehari-hari, misalnya untuk peningkatan taraf hidupnya.

“Upaya mempertemukan bahasa science yang sangat spesifik dengan bahasa sederhana dan dipublikasikan oleh teman-teman media, diharapkan dapat mudah sampai kemasyarakat,” kata Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) pada Press Tour BLI di kantor Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Kamis (20/04/2017).

Kegiatan Press Tour ini merupakan perpaduan antara presentasi, diskusi dan melihat langsung implementasinya di lapangan. “Ini adalah test case, dengan pola seperti ini, kita lihat bagaimana reaksi media seperti apa?” lanjut Kabadan.

Acara yang dimoderatori Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si selaku Sekretaris BLI, memaparkan 2 hasil penelitian B2P2BPTH yaitu, “Forensik DNA: Salah Satu Metode untuk Menekan Perdagangan Ilegal Kayu dan Hewan Dilindungi” oleh Dr. AYPBC Widyatmoko. Sedangkan “Bibit Unggul Sengon Toleran Karat Tumor” disampaikan oleh Dr. Liliana Baskorowati.

Perdagangan kayu maupun hewan yang dilindungi secara ilegal semakin marak terjadi di Indonesia baik di pasar domestik maupun internasional. Perdagangan illegal ini tidak saja menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga kerusakan lingkungan dan sumberdaya hutan.

“Penanda DNA dapat membantu kegiatan penyelidikan kejahatan seperti perdagangan kayu illegal dan perburuan, pembunuhan, perdagangan dan koleksi hewan yang dilindungi. Hal ini sering disebut Forensik DNA,” kata Dr. Widyatmoko.

Ir. Tandya Tjahjana, M.Si selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pimpinan BLI untuk menempatkan kegiatan Press Tour yang pertama di BLI ini di Yogyakarta. Acara ini selain dihadiri oleh pejabat teras BLI, pejabat struktural dan peneliti lingkup B2P2BPTH dan perwakilan UPT lingkup KLHK di Yogyakarta juga dihadiri wartawan dari Jakarta dan DIY.

Sedangkan menurut Dr. Liliana Baskorowati, hasil penelitian di 3 kebun benih semai uji keturunan di Jawa Timur pada umur 1,5 tahun memperlihatkan 43 family yang sama sekali tidak terserang penyakit karat tumor. Hasil uji penyakit di tingkat persemaian menunjukkan terdapat 29 family yang sama sekali tidak menunjukkan gejala penyakit. Family-family inilah yang kemudian kita rekemondasikan untuk dikembangkan melalui teknik perbanyakan kultur jaringan.

“Pengembangan benih sengon toleran terhadap penyakit telah dikerjasamakan dengan BPTH Bali Nusra di Jembrana Bali Barat, BPTH Jawa Madura di Jampang, Sukabumi, serta Dinas Kehutanan Kab. Kepahiyang, Bengkulu di Kepahiyang. Hasil evaluasi pengembangan tanaman sengon di 3 lokasi pada tahun 2015 menunjukkan semua tanaman sengon tidak ada yang menunjukkan gejala terserang penyakit karat tumor,” kata Dr. Lulusan Universitas di Australia ini.

Setelah berdiskusi, wartawan berkunjung ke Laboratorium Genetika Molekuler, Kultur Jaringan dan Bioenergi dari Nyamplung. Kemudian para awak media melakukan penanaman bibit tanaman lokal dan masuk katagori langka di lingkunagn Kantor B2P2BPTH. Jenis pohon yang ditanam di areal kantor B2P2BPTH tersebut, yaitu timoho, kemenyan, jambu dersono mawar, dewandaru, sawo bludru, nam-nam, duwet hitam, mundu, pronojiwo dan nogosari.

Kepala BLI berkesempatan untuk menuangkan 1 liter biodisel dari minyak nyamplung ke mobil dan mengendarainya untuk memutari kantor B2P2BPTH. Menurut Prof (Ris). Dr. Budi Leksono, nyamplung selain menghasilkan BBN juga berpotensi menghasilkan produk lain dari pemanfaatan limbahnya dari cangkang buah untuk briket arang dan arang aktif, asap cair untuk pengawet kayu, bungkil untuk pakan ternak, resin/getah untuk obat-obatan, kosmetik dan pewarna tekstil, serta gliserol untuk sabun. 

“Untuk pengembangan nyamplung sebagai tanaman energi, telah dibangun uji coba penanaman, pembangunan sumber benih unggul, pengolahan minyak nyamplung dan pemanfaatan limbahnya,” ujar Profesor Riset pertama di B2P2BPTH.

Para wartawan melihat langsung hasil litbang di Hutan Penelitian Gunung Kidul, petak 95 Paliyan di Plot Kayu Putih. Dr. Anto Rimbawanto menyampaikan bahwa benih unggul kayu putih hasil pemuliaan B2P2BPTH di Paliyan telah terbukti meningkatkan  kadar 1,8 cineole dan rendemen minyak kayu putih.

“Benih unggul yang sudah dilepas secara resmi oleh Menteri Kehutanan selain sudah dikembangkan oleh KPH Yogyakarta juga di KPH Biak Numfor serta pada skala komersial di PT. Sanggaragro Karyapersada seluas 4.000 ha di Nusa Tenggara Barat.

Peserta diajak ke Pabrik Minyak Kayu Putih yang dikelola oleh KPH Yogyakarta yang telah mengimplementasikan benih unggul kayu putih hasil riset B2P2BPTH di lapangan. Wawan Setiyo Cahyono, SP., Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan, beserta pengelola pabrik memberikan penjelasan bagaimana mengolah tanaman kayu putih.

Rombongan Press Tour  makan siang di pendopo Kawasan Ekowisata Gunung Purba Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul. Gunung berapi ini konon pernah aktif 30-60 tahun yang lalu. Tempat Wisata Alam di Gunung Kidul ini dikelola oleh Pokdarwis yang melibatkan pemuda setempat dan menawarkan beberapa fasiltas wisata seperti camping, outbond, climbing dan rafting, tempat penelitian, tracking, flying fox, wisata budaya dan ritual, tempat makrab.

Hasil-hasil riset pemuliaan dan bioteknologi yang telah dikembangkan oleh B2P2BPTH ini menunjukan telah siap diimplementasikan di lapangan dan sangat mendukung program pemerintah dalam menuju kemandirian bangsa.(lh&mna)

 

Editor: Lukman Hakim