KADERISASI PENELITI, TANTANGAN LEMBAGA LITBANG INDONESIA

ADMIN | Rabu , 10-Mei-2017


BOGOR (biotifor.or.id) – Menurut Prof. Dr. Lukman Hakim, M.Sc, para pemegang kebijakan di instansi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) baik di bawah Pemerintah Pusat maupun Daerah diharapkan sadar dan segera memperjuangkan kaderisasi para peneliti yang terancam dengan kebijakan zero growth.

“Jumlah peneliti di Indonesia kurang lebih sebanyak 9.000 orang. Jumlah ini tidak masuk dalam standar Internasional. Jadi jangan disamakan dengan ASN yang lainya,” kata Ketua Panitia Penilai Majalah Ilmiah (P2MI) ini.

Hal ini disampaikan Prof. Lukman saat pembukaan Sosialisasi Akreditasi Majalah Ilmiah dan Penjelasan Peraturan Kepala LIPI Nomor 3 Tahun 2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah di Kantor Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Peneliti, LIPI, Cibinong, Rabu (03/05/2017).

Para pengelola majalah ilmiah harus memperhatikan etika ilmiah serta harus dikelola secara on-line sehingga bisa diakses oleh para peneliti di seluruh dunia. Etika ilmiah ini sangat penting bagi para peneliti untuk menjaga kualitas dan profesionalisme sebagai peneliti.

Banyak peneliti manca negara dengan topik keaneragaman hayati yang objek penelitianya berada di Indonesia dengan keaneragaman hayati yang tinggi. “Para peneliti Indonesia saat mendampingi mereka dalam kegiatan penelitian baik di laboratorium maupun di lapangan diharapkan dapat menulis bersama di jurnal-jurnal internasional,” lanjut mantan ketua LIPI ini.

Sedangkan Prof. Dr. Ir. Dwi Enny Djoko Setyono, M.Sc menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini sebagai diseminasi informasi, pengenalan sistem akreditasi majalah ilmiah serta ajang transfer knowledge pengelolal jurnal ilmiah.

“Diharapkan para peserta dapat menambah wawasan, saling belajar dalam pengelolaan majalah ilmiah dari yang sudah terakreditasi, serta mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi dari para pengeloal majalah ilmiah di masing-masing instansi,” kata Kepala Pusbindiklat Peneliti ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi modal penting dalam pengelolaan majalah ilmiah yang merupakan wadah para peneliti dalam membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai salah satu kewajibanya.

Menurut Dr. Haruni Krisnawati, terdapat 8 unsur penilain Terbitan Berkala Ilmiah (TBI), yaitu a). Penamaan terbitan berkala ilmiah, b). Kelembagaan penerbit, c). Penyuntingan dan managemen pengelolaan terbitan, d). Subtansi artikel, e). Gaya penulisan, f). Penampilan, g). Keberkalaan, dan h). Penyebarluasan.

“Terbitan Berkala Ilmiah dinyatakan terakreditasi jika nilai total paling sedikit 70 dengan nilai substansi artikel paling sedikit 26 dari total nilai 39,” kata peneliti Puslitbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi selaku anggota P2MI ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh 190 undangan yang terdiri dari Pengelola/Redaksi 195 Majalah Ilmiah Terakreditasi LIPI dan 8 Majalah Belum Terakreditasi yang berasal dari Litbang Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian (K/LPNK)/Asosiasi Profesi. Pengelola Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan (JPTH) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta diwakili Lukman Hakim, S.Hut, MP selaku Kasi Data, Informasi dan Diseminasi.

Pemaparan materi Sosialisasi Sistem Informasi Akreditasi Majalah Ilmiah oleh Kepala Subbidang Akreditasi, Mukhammad Nurul Furqon, S.Si. dan Andri Agus Rahman, S.Kom. Majalah ilmiah yang akan re-akreditasi pada tahun 2018, termasuk JPTH yang dikelola oleh B2P2BPTH Yogyakarta sudah dikelola dengan Open Journal System (OJS).

“Beberapa persyaratan untuk reakreditasi hampir sama dengan versi manual, namun dengan OJS maka berkas-berkas persyaratan bisa dikirimkan secara on-line dari masing-masing instansi tanpa harus ke kantor Pusbindiklat Peneliti LIPI dengan berkas-berkas cetak yang banyak dan berat,” ujar Furqon.

Syarat pengajuan akreditasi yaitu a). Majalah Ilmiah harus bersifat ilmiah, b). Telah terbit selama dua tahun berturut-turut, c). Frekuensi penerbitan paling sedikit dua kali dalam setahun secara teratur, d). Jumlah artikel setiap kali terbit paling sedikit 5 artikel (full paper), selain naskah komunikasi pendek (short communication), e). Memiliki ISSN, baik dalam versi elektronik (e-ISSN) dan/atau cetak (p-ISSN) bila terbit dua versi. Untuk mendapatkan e-ISSN, TBI harus telah dikelola secara elektronik (e-journal), f). Mencantumkan persyaratan etika publikasi (publication ethics statement) dalam laman websiteTBI, Tercantum dalam lembaga pengindeks nasional (ISJD PDII LIPI) dan dibuktikan dengan surat pemenuhan wajib simpan Majalah Ilmiah, g). Menyampaikan 4 terbitan terakhir sebagai syarat pengajuan.

Acara Sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab tentang Akreditasi Majalah Ilmiah yang dipandu oleh 3 orang anggota P2MI-LIPI, yakni: Prof. Dr. Evvy Kartini, Dr. Haruni Krisnawati dan Drs. Bashori Imron, M. Si., yang berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta sosialiasi.(lh)