FORESTRY STUDY CLUB FAKULTAS KEHUTANAN UGM MENGGALI NYAMPLUNG DI B2P2BPTH YOGYAKARTA

ADMIN | Jumat , 12-Mei-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Ramadhany Ayu Purnama bahwa tujuan mahasiswa yang tergabung dalam Forestry Study Club (FSC) berkunjung ke Kantor Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta adalah ingin menggali ilmu atau belajar dari peneliti dan pengembangan Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sebagai bahan baku biodisel yang prosepektif di masa mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua FSC Fakultas Kehutanan UGM ini ketika berkunjung ke Laboratorium Bioenergi B2P2BPTH, Selasa (09/05/2017).

“Kami belajar tentang empat bidang Kehutanan, namun dalam kunjungan ini tertarik secara spesifik untuk menggali informasi lebih dalam tentang bioenergi,” jelas Ramadhany.

Rombongan yang berjumlah 30 orang diterima oleh Kepala Seksi Data Informasi dan Diseminasi, Lukman Hakim, S.Hut.,MP mewakili kepala B2P2BPTH.

Pada kesempatan tersebut Lukman menyampaikan bahwa secara umum ketergantungan terhadap energi fosil tidak hanya pada skala nasional, tetapi dunia juga mengalaminya. “Sudah saatnya kita mencari energi alternatif, ke depan energi fosil akan ditinggalkan dan inilah yang mendasari kami meneliti dan mengembangkan biofuel Nyamplung sebagai tanaman hutan,” kata Lukman.

Indonesia mempunyai modal atau kekuatan megabiodiversity yang luar biasa sehingga membuat iri banyak negara. Hal ini menjadikan Indonesia mempunyai potensi yang tinggi untuk mengembangkan energi alternatif, salah satunya adalah Nyamplung.

Selanjutnya peserta kunjungan mendengarkan paparan dari Prof. (Ris) Dr. Ir. Budi Leksono, MP. tentang kegiatan penelitian Nyamplung yang dilakukannya di Laboratorium Bioenergi. Mulai dari potensi Nyamplung, sebaran alami, budidaya, pengolahan biji Nyamplung sampai dengan pemanfaatan limbahnya untuk diolah menjadi produk-produk lain.

Menurut salah seorang peserta, Galuh mengatakan bahwa Informasi yang disampaikan sangat menambah wawasan. “Semoga ilmu yang kami terima nantinya akan bermanfaat untuk orang lain,” harapnya.

Sementara itu menurut temannya, Diyah mengatakan bahwa dengan informasi yang diperoleh ini bisa mendatangkan ide-ide kreatif sekaligus tantangan dalam mengembangkan bioenergi di Indonesia.

Di akhir paparannya Prof. Budi berpesan kepada para mahasiswa untuk berani berkompetisi, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan berani berfikir out of the box, agar hasil karya kita hasilnya tidak biasa-biasa saja. Selain itu juga harus rajin berorganisasi untuk menumbuhkan kemandirian dan memupuk rasa percaya diri.(mna)



Editor: Lukman Hakim