PESERTA FIELDTRIP TAKJUB DENGAN BOROBUDUR

ADMIN | Jumat , 28-Juli-2017

PURWOREJO (biotifor.or.id) – Menurut Lawrence bahwa PT. Indotama Omicron Kahar (IOK) yang berdiri sejak tahun 1989 dikelola secara ramah lingkungan dengan bahan baku kayu Sengon yang berasal dari lahan milik masyarakat sekitar Purworejo. Kami telah membantu para pemilik lahan yang bersedia bekerja sama sebagai sumber bahan baku dengan memberikan benih atau bibit siap tanam.

Hal ini disampaikan Pimpinan PT. IOK dihadapan Hiltu Tovio Paevi, Dubes Finlandia dan 64 peserta Seminar Internasional IUFRO-INAFOR 2017 yang mayoritas para peneliti yang berasal dari Indonesia, Finlandia, Australia, India, Vietnam, China, Malaysia, Afrika Selatan di Kantor PT. IOK, Purworejo, Rabu (26/07/2017).

Penjelasan tentang asal peserta, tujuan, dan susunan acara Fieldtrip ke Purworejo ini disampaikan oleh Dr. Istiana sebagai wakil panitia Seminar Internasional IUFRO-INAFOR 2017 kerjasama antara Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta.

Setelah penjelasan singkat tentang PT. IOK, peserta diajak mengelilingi Pabrik Plywood untuk mengetahui proses mulai dari penanganan bahan baku kayu sengon sampai dengan pegemasan untuk dieksport ke beberapa negara. “Selain Playwood kami juga memproduksi Laminated Veneer Lumber (LVL) dan Veneer,” kata Lawrence.

Peserta fieldtrip mengunjungi PT. IOK selama kurang lebih 1 jam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Hutan Rakyat dengan tanaman Sengon yang lokasinya tidak jauh dari Kota Purworejo. Lahan seluas 900 m2 milik Haryadi berumur antara 2-5 th dengan jumlah tanaman sebanyak 400-500 pohon.

Menurut adek selaku pengelola lahan yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Dr. Rina Laksmi bahwa perlakuan silvikultur tidak intensif, “kami hanya memupuk saat sebelum penanaman dengan pupuk kandang” kata petani menjawab pertanyaan salah satu peserta.

Pemasaran kayu Sengon ini sangatlah mudah karena bayak Pabrk Plywood berbahan baku kayu Sengon di Purworejo. Harga per m3 antara Rp. 300.000-1.000.000 tergantung kualitas batang.

Setelah Ishoma di Mesjid As Sakinah, peserta menuju Candi Borobudur dan diterima oleh Iskandar selaku wakil Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB). Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk dipandu oleh 3 pemandu yang berasal dari BKB. Peserta dari Vietnam nampak sangat antusia dan takjub memperhatikan penjelasan dari Mura yang pernah memandu Obama.

Sebagai ucapan terimakasih kepada pimpinan PT. IOK dan BKB atas kesedianya sebagai tempat Fieldtrip, panitia yang diwakili Lukman Hakim, S.Hut, MP menyerahkan Souvenir dan sertifikat. Semoga kunjungan ini dapat menjadi pelengkap informasi tentang Industri Plywood yang berasak dari Hutan Rakyat dan Borobudur sebagai warisan Dunia kepada para peserta dari berbagai negara.(lh)