ACACIA AURICULIFORMIS, KEBUN BENIH UNGGULAN B2P2BPTH DI GUNUNGKIDUL

ADMIN | Senin , 31-Juli-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Kebun Benih Acacia auriculiformis Generasi ke 2, adalah salah satu kebun benih unggulan yang dimiliki oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) yang ditanam sejak Januari 2015. Pada umur 30 bulan, ketinggian tanaman telah mencapai rata-rata 8,49 m dan diameter 7,09 cm.

Hal ini disampaikan Dr. Sri Sunarti, peneliti B2P2BPTH dalam penjelasannya di tengah kunjungan peserta fieldtrip IUFRO INAFOR Joint International Conference 2017 di KHDTK Gunungkidul, Rabu (26/7/2017).

“Tujuan pembangunan Kebun Benih A. auriculiformis Generasi ke 2 ini untuk mengevaluasi variasi genetik dari karakter yang penting dari segi ekonomi untuk pemuliaan seleksi pada generasi kedua,“ kata Sasa, sapan akrab dari Sri Sunarti bersama Teguh Setyaji dalam memandu rombongan peserta menjelajahi tegakan kebun benih tersebut.

Menurut Dr. Anto Rimbawanto, Salah satu peneliti senior B2P2BPTH, menyampaikan paparan singkat mengenai keberadaan plot penelitian di KHDTK Gunungkidul sembari peserta menikmati kuliner desa setempat. Peserta fieldtrip ini berasal dari Australia, Malaysia, Indonesia, baik dari kalangan Pemerintah maupun perusahan swasta yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Rombongan tiba di lokasi plot kebun benih A. auriculiformis pada pukul 9.30 WIB setelah bertolak dari Hotel Alana jam 7 pagi.

Setelah kurang lebih 1,5 jam berada di lokasi plot penelitian baik paparan maupun diskusi intensif dengan beberapa peserta, peserta fieldtrip dengan 4 armada bus wisata dikawal oleh Patwal dari Polda DIY dan Polres Gunungkidul, diajak ke objek wisata andalan Gunung kidul yakni Gua Pindul.

Gua pindul terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Setibanya di kawasan parkir Gua Pindul, rombongan peserta disambut oleh Event Organizer Dewa Bejo Adventure. Peserta disuguhi menu makan siang khas ala Gunungkidul dan hiburan kesenian tradisional Klecokan. Hal ini sengaja disuguhkan untuk memperkenalkan baik kesenian tradisional, spot wisata dan kuliner daerah kepada para peserta fieldtrip terutama dari mancanegara.

Setelah ishoma, para peserta mulai mempersiapkan diri dengan berganti pakaian untuk bersiap menyusuri gua pindul. Mas Ari selaku pemandu tubing cave, memberikan arahan cara penggunaan pelampung dan hal-hal yang mesti dilakukan oleh peserta. Tampak para peserta antusias mengenakan aksesoris tubing cave dan bersiap untuk menyusuri Gua Pindul.

 

 

 

                                                                                                   Foto: Dokumentasi BBPPBPTH dan Dewa Bejo EO