FUTURE GLOBAL GREEN LEADER PROGRAM, STUDI BANDING MAHASISWA KEHUTANAN KOREA DI KANTOR B2P2BPTH

ADMIN | Rabu , 2-Agust-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Indonesia merupakan mega biodiversitas tanaman tropis yang mempunyai jenis tanaman hutan dengan jumlah yang sangat jauh dibandinghkan di Korea. “Kami ingin agar mahasiswa bisa mengetahui penelitian pemuliaan tanaman hutan mulai dari persemaian, pemeliharaan hingga pemanenan,” ujar Kim disela-sela kunjungan.

Hal itu disampaikan Kim mewakili rombongan dari Korea Forestry Promotion Institute (KOFPI) yang sebagian besar merupakan mahasiswa kehutanan Korea yang berkunjung ke Kantor Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Senin (31/07/2017).
 
Kunjungan ini merupakan program KOFPI, “Future Global Green Leader Program”, dengan salah satu kegiatannya berupa field trip ke Yogyakarta-Indonesia. Maksud dan tujuan studi banding mahasiswa kehutanan Korea ke kantor B2P2BPTH adalah untuk mempelajari tentang sekilas bagaimana melaksanakan pemuliaan tanaman hutan di Indonesia.

Rombongan dipimpin oleh Mr. Lee Seng Hak ini beranggotakan 25 orang terdiri dari 20 mahasiswa berasal dari beberapa universitas di Korea yang mempunyai fakultas kehutanan dengan 5 orang pendamping terdiri dari dosen dan staf KOFPI.  

Peserta kunjungan diterima oleh Kepala Bidang Data Informasi dan Kerjasama (DIK), Retisa Mutiaradevi, S.Kom.,M.CA, sekaligus menjelaskan secara singkat profil B2P2BPTH di ruang rapat B2P2BPTH, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk mengunjungi arboretum dan persemaian serta Laboratorium Bioenergi.

Kelompok pertama ke arboretum dan persemaian didampingi oleh Anis Fauzi, S.Hut.,M.Sc. Peserta terlihat sangat antusias melihat beberapa jenis tanaman cepat tumbuh seperti jabon dan sengon, mengingat di Korea kebanyakan tanaman kayu baru dipanen pada umur sekitar 10 tahun. Selain itu Anis Fauzi juga memberi kesempatan kepada salah seorang mahasiswa untuk melakukan perbanyakan tanaman melalui stek pucuk jati.
 
Sedangkan kelompok kedua mengunjungi Laboratorium Bioenergi yang disambut oleh tim nyamplung yang dipimpin Prof (Ris). Dr. Ir. Budi Leksono. Di Laboratorium Bioenergi peserta diberi kesempatan untuk mencoba mesin ekstrak/pengupas dan mesin press biji nyamplung.  

Sebagai informasi, KOFPI adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemerintah Korea Selatan dengan tupoksi meningkatkan daya saing kehutanan, memperluas dasar kehutanan, mengembangkan ekosistem promosi kehutanan, dan inovasi sistem pengelolaan.

Komitmen yang diusung KOFPI adalah menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan serta meningkatkan pendapatan masyarakat dalam bisnis kehutanan dengan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dari industri kehutanan.

KOFPI berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi nasional sambil memberikan hasil hutan terbaik dengan kualitas tinggi dan berbagi informasi mengenai hutan dan kehutanan. Kontribusi terhadap pertumbuhan hutan yang lestari dengan melakukan pemantauan hutan secara sistematis, melindungi hutan dari hama dan penyakit, merevitalisasi sistem offset karbon hutan, mengembangkan sumber daya hutan global.(mna)

Editor : Lukman Hakim