LOGO PUSAT UNGGULAN IPTEK (PUI) MERUPAKAN MODAL PENTING UNTUK MENDAPATKAN DANA LITBANG ALTERNATIF

ADMIN | Rabu , 2-Agust-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Capain hasil litbang Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan tanaman Hutan (B2P2BPTH) diakui tidak hanya pada tingkat nasional, namun juga internasional. Salah satunya adalah penelitian di laboratorium DNA yang sekarang tidak hanya dapat menangani flora namun juga fauna.

Hal ini mencuat saat Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem selaku anggota supervisor dalam kegiatan Supervisi dan Monitoring Kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan tanaman Hutan Tropis tahun 2017 di Ruang B2P2BPTH Yogyakarta, Senin (31/7/2017).

“Sumberdaya peneliti yang mumpuni dalam jumlah yang cukup dan sarana laboratorium DNA yang canggih mungkin di Indonesia belum ada yang menyaingi”, tambah Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM ini.

Senada dengan Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem, Dr. Anto Rimbawanto bahwa potensi yang besar yang dimiliki oleh B2P2BPTH ini harus didukung oleh anggaran yang cukup. “Bagaimana mungkin kita bisa menghasilkan Jurnal Internasional jika anggara penelitianya sangat terbatas?”

Logo PUI yang telah disandang B2P2BPTH pada tahun 2016 dampaknya telah dirasakan langsung ketika proposal litbang kayuputih disetujui pendanaanya oleh Kementerian Ristek Dikti. “Para peneliti harus mulai segera mencari sumber dana alternatif dengan memanfatkan PUI yang disandang oleh kantor kita,” harap peneliti senior ini.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Prio Kusemedi, S.Hut, MP bahwa realisasi keuangan kegiatan PUI Pemuliaan tanaman Hutan Tropis tahun 2017 tahap pertama telah mencapai 98%. PUI ini merupakan salah satu sumber anggaran yang sangat dibutuhkan dalam mendukung penguatan kapasitas internal lembaga, penguatan kapasitas riset dan pengembangan, serta penguatan kapasitas diseminasi.

“Beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan antara lain penyusunan beberapa SOP, FGD Pembangunan Sumber Benih, Workshop DNA Forensik Flora dan Fauna, pameran dalam rangka 200 Kebun Raya Bogor, partisipasi para peneliti dan pameran dalam rangka IUFRO INAFOR 2017, dan Workshop Bioinformatika,” kata Kabag Umum B2P2BPTH ini.

Sedangkan menurut Yudho Baskoro, Msi, MPP, bahwa B2P2BPTH termasuk 3 lembaga yang ditetapkan langsung sebagai PUI dengan nilai akhir 831,53. Artinya semua komponen harus bekerja keras agar dapat mempertahankan nilai yang telah dicapai.

“PUI ke depan merupakan modal penting bagi institusi Perguruan Tinggi dan Litbang untuk mendapatkan sumber anggaran alternatif yang sekarang sumber dana APBN kecenderungannya semakin menurun setiap tahunya,” kata anggota tim PUI Kemenristek Dikti.

Lebih lanjut, tahun ini katagori PUI selain untuk Perguruan Tinggi dan Litbang juga ada PUI daerah. “ini merupakan aspirasi anggota DPR agar Menristek Dikti memberi kesempatan kepada daerah untuk meningkatkan kualitas hasil ipteknya dalam mendukung perkembangan daerah di seluruh Indonesia,” kata Yudho.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota tim sekretariat PUI B2P2BPTH yang terdiri dari unsur peneliti, pejabat struktural dan staf serta Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem selaku anggota supervisor PUI Pemuliaan tanaman Hutan Tropis.(lh)

 

Editor: Lukman Hakim