BIOINFORMATIKA, DUKUNG PEMULIAAN TANAMAN HUTAN AGAR LEBIH EFEKTIF DAN EFESIEN

ADMIN | Kamis , 3-Agust-2017

YOGYA (biotifor.or.id) Bioinformatika bermanfaat untuk identifikasi kumpulan gen yang berperan dalam pengaturan sifat morfologis, misalnya pada pertumbuhan tanaman yang dimuliakan atau hybrid. Selain itu juga berguna untuk seleksi pohon plus secara molekuler. Sehingga proses seleksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien dari pada seleksi secara konvensional” papar Priyo Kusumedi Kepala Bidang Umum, mewakili Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan saat membuka Workshop Bioinformatika yang diselenggarakan mulai hari ini (01/08) di Ruang Seminar BBPPBPTH.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa bioinformatika adalah penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Jadi bioinformatika ini sering digunakan oleh rekan-rekan kelompok peneliti dari Bioteknologi dan membantu tugas laboratorium genetika molekuler dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan penelitian berbasis DNA.

Workshop Bioinformatika terselenggara berkat kerjasama antara Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan dan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Insitut Teknologi Bandung, dari tanggal 1 s.d 3 Agustus 2017. Tujuan dari program workshop bioinformatika adalah dapat memberikan pemahaman tentang bidang bioinformatika khususnya fauna dan flora kehutanan.

Narasumber yang bekesempatan hadir dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB diantaranya Dr. Adi Pancoro, Dr. Husna Nugraha dan Dyah Nadira Zarra, M.Sc.

Dr. Adi dalam perkenalannya di workshop ini mengemukakan bahwa bioinformatika bukan suatu hal baru karena kami pernah bekerjasama dengan Pusbanghut Perhutani Cepu cukup lama untuk mengembangkan bioinformatika dalam penanganan tanaman.

“Sains komputer dan teknologi informasi serta biologi / genetika molekuler memberikan kontribusi yang sangat besar dalam berkembangnya ilmu disiplin baru yaitu bionformatika. Bioinformatika memberikan penjelasan dan pemahaman tentang genome, transcriptome dan proteome untuk menganalis, menvisulisasikan dan menginterpretasikan data-data DNA, RNA, Protein, metabolome dan “system biology” “tambah Adi.

Workshop ini sengaja dilakukan dalam minimal 3 hari, karena kalau 1 hari, maka peserta enggak dapat apa-apa. Harapan kami, setelah workshop ini para peserta dapat mengadopsi ilmu bioinformatika tersebut secara mandiri “jelas Adi.

Tujuan dari bioinformatika adalah (1) untuk lebih memahami sel hidup dan bagaimana fungsinya di tingkat molekuler dan (2) menganalisis urutan molekul mentah dan data struktural, penelitian bioinformatika dapat menghasilkan wawasan baru dan memberikan global Perspektif sel (Aliran informasi genetik didikte oleh Dogma sentral biologi DNA, RNA, protein dan jalur).

Peserta workshop berasal dari para peneliti dan teknisi dari BBPPBPTH kelompok peneliti Bioteknologi yang berjumlah 15 orang. Materi yang akan disampaikan cukup banyak meliputi (1) Perkenalan Bioinformatika (2) Metagenomics Analysis (3) Gene Prediction in Eukarya (4) Biological Database Gene Annotation (Gene Onthology), (5) Metagenomics Analysis Phylogenetic Analysis.

Disela-sela acara Dr. Husna Nugrahapraja memberikan penjelasan bahwa tujuan dan manfaat dari workshop ini adalah para peserta mengkoleksi identifikasi hasil eksplorasi baik flora maupun fauna secara molekuler sehingga dapat diketahui kualitas potensi sumber daya genetiknya. Selain itu juga bagi insitusi BBPPBPTH, dapat membantu dalam seleksi tanaman unggul melalui eksplorasi marka-marka dan gen-gen yang berperan dalam sifat-sifat unggul.

Harapannya untuk setelah mengikuti workshop ini, institusi BBPPBPTH dapat lebih mendiversifikasi riset artinya dengan bioinformatika ini dapat memperkaya hasil-hasil riset. Konkritnya dari data-data riset yang sudah ada dapat dikembangkan riset-riset baru berbasis in silico sehingga mengakselerasi penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan sumber daya genetik flora dan fauna.” tutup Nugrahapraja pada break sesi pertama workshop bioinformatika. (BW)

Editor: Priyo Kusumedi

 

 
Foto: Edy Wibowo/BBPPBPTH