PARTISIPASI PAMERAN B2P2BPTH DALAM RANGKA PENGELOLAAN PESISIR DAN DAERAH ALIRAN SUNGAI

ADMIN | Kamis , 28-Sept-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menjalankan tugas dan fungsinya selalu membuka diri untuk berkomunikasi dan berinteraksi untuk menyesuaikan frekuensi dengan bergagai stakehoder baik dunia penelitian, akademik maupun praktis di lapangan.

Point penting ini disampaikan Dr. Siti Nurbaya, saat meresmikan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (26/09/2017).

Interaksi ini untuk kemajuan Indonesia di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Jadi banyak hal yang masih harus kita kerjakan bersama untuk manfaat yang luas bagi Indonesia,” lanjut Menteri LHK.

Prof. Dr. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. menyampaikan bahwa Gedung KLMB ini dibangun dengan tujuan untuk merespon berbagai permasalahan isu lingkungan yang sangat kritis selama sepuluh tahun terakhir ini di Indonesia.

“Kita mencoba untuk berkontribusi salah satunya dengan membangun/menyiapkan KLMB. Gedung ini sangat berharga buat kami, karena masa pembangunan gedung ini sampai melalui tiga periode dekanat. Pertama, pembangunan diinisiasi oleh Prof. Suratman, Prof. Rijanta dan terakhir saya,” selaku Dekan Fakultas Geografi UGM saat ini.

Peresmian Gedung KLMB ini setelah Dr. Siti Nurbaya menyampaikan paparannya sebagai keynote speak Seminar Nasional Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai yang ke-3 yang diselenggarakan oleh Program Studi S-2 Geografi Minat Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi UGM.

Seminar ini terselenggara berkat dukungan dari KLHK, Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ikatan Geograf Indonesia (IGI), dan Ikatan Geografiwan Gadjah Mada (IGEGAMA). Selain itu juga ada Pameran dengan menampilkan Buku, Poster, Hasil Penelitian dan Produk lain terkait Geografi.

Badan Litbang dan Inovasi (BLI) diwakili oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta dan  Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (B2TPDAS) Solo berpartisipasi dalam kegiatan pameran.

B2P2BPTH Yogyakarta menampilkan beberapa hasil litbang seperti Kayuputih, Jati Purwo, Sengon, Nyamplung, Acacia mangium, A. auriculiformis, Eucalyptus pellita disampaikan kepada pengunjung pameran dalam bentuk alat peraga, publikasi ilmiah cetak, leafleat, buku, serta banner.

Setelah pembukaan Seminar, Menteri KLHK menyempatkan diri untuk mengunjungi booth pameran BLI dan tertarik dengan penelitian yang terkait dengan DNA forensik yang diterangkan oleh Dr. I.L.G. Nurtjahjaningsih.

Tindak lanjut dari penjelasan DNA Forensik tersebut, Menteri LHK mendukung pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana kepada dunia pendidikan dalam hal DNA Forensik baik flora maupun fauna untuk pengelolaan lingkungan. Hal ini juga merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dan UGM tentang kerjasama Litbang serta Penerapan dan Pemanfaatan Hasil Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(mna)

 

Editor: Lukman Hakim