PANCASILA, PEMERSATU KEHIDUPAN BERBANGSA BERNEGARA

ADMIN | Rabu , 4-Okt-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Nilai-nilai Pancasila telah membuat masyarakat kita semakin matang dalam kehidupan politik, sebagai mana telah kita tampilkan dalam pemilu beberapa waktu yang lalu. Hal ini sekaligus juga menepis seolah-olah Pancasila kurang memperoleh perhatian bersama sejak reformasi 1998. Pada tahun 2017 ini tema Hari Kesaktian Pancasila adalah “Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur”.

Poin penting ini merupakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dibacakan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, pada Upacara Hari Kesaktian Pancasila, di Halaman Kantor B2P2BPTH Yogyakarta, Senin (02/10/2017).

“Disamping telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh, Pancasila memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik masyarakat kita,” lanjut Kababes.
 
Untuk membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini dibutuhkan kerja keras bersama berlandaskan Pancasila. Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus pondasi negara kita, sebagai falsafah negara Pancasila menjadi acuan kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.
 
Salah satu fenomena dalam era globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antar bangsa bahkan antar komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil. Diantara nilai yang melintas batas itu adalah radikalisme, paham ini karakternya adalah yang selalu merasa paling benar sendiri dan mengabaikan hak-hak dasar orang lain. Sudah tentu radikalisme dan paham sejenis lainnya sangatlah bertentangan dengan Pancasila yang sangat menghormati dan menghargai Kebhinekaan.

Upacara ini diikuti oleh perwakilan UPT Kementerian LHK lingkup DIY yaitu P3EJ, B2P2BPTH, BTNGM, BKSDA Yogyakarta, BPDASHL SOP dan BPKH Wilayah XI. Pelaksanaan upacara bertepatan dengan Hari Batik Nasional, maka sebagian peserta upacara mengenakan kemeja/baju batik.

“Kita harus bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras, adat-istiadat, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus kita harus mengikis benih dan tumbuhnya nilai paham radikalisme dan sejenisnya,” harapnya.

Kita semua tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan jaman dengan demikian Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup.

Akhirnya peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang kita laksanakan setiap tahun harus kita jadikan sebagai upaya untuk melestarikan, mengamalkan dan mengembangkan maupun mempromosikan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.(mna)

 

Editor: Lukman Hakim