KERAGAMAN GENETIK POPULASI Calophyllum Inophyllum MENGGUNAKAN PENANDA RAPD (RANDOM AMPLIFICATION POLYMORPHISM DNA)

ADMIN | Kamis , 5-Okt-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Tumbuhan Nyamplung (Calophyllum inophyllum) tersebar secara alami dan luas di hampir seluruh pantai di Indonesia. Keragaman genetik merupakan pertimbangan penting dalam mendukung keberhasilan dalam menyusun strategi pemuliaanya.

Contoh daun digunakan sebagai cetakan DNA; dikumpulkan dari 10 populasi alam dan 1 populasi hutan tanaman. Lima penanda RAPD (random amplified polymorphism DNA) yang terdiri dari 30 lokus polimorfik digunakan untuk analisis genetik.

Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik di dalam populasi jenis ini termasuk dalam nilai rendah sampai sedang (rerata HE=0,186). Alel privat tidak ditemukan pada setiap populasi.
 
Analisis AMOVA (analysis of molecular variance) menunjukkan perbedaan genetik antar pulau tidak memberikan nilai yang signifikan terhadap keragaman genetik; nilainya dipengaruhi oleh perbedaan antar populasi dan individu pohon. Jarak genetik antar populasi termasuk dalam nilai yang rendah sampai sedang (rerata Da=0,250).

Analisis klaster membagi 11 populasi menjadi dua klaster yaitu klaster I terdiri dari populasi Selayar, Lombok, Gunung Kidul dan Padang. Sedangkan klaster II terdiri dari populasi Way Kambas, Madura, Ketapang, Dompu, dan Yapen.

Penelitian yang dilakukan oleh I.L.G. Nurtjahjaningsih, Titin Haryanti, A.Y.P.B.C. Widyatmoko, Sapto Indrioko, dan Anto Rimbawanto menyimpulkan keragaman genetik di dalam populasi dan kedekatan genetik antar populasi Nyamplung termasuk dalam nilai sedang. Satuan seleksi dalam strategi pemuliaan harus mempertimbangkan keragaman genetik dalam tingkat populasi atau individu pohon.

Penelitian yang dilakukan oleh ini merupakan salah satu naskah dalam Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan (JPTH) Vol. 9, No. 2, Tahun 2015.

Untuk mendapatkan artikel dalam bentuk PDF bisa klik:  http://dx.doi.org/10.20886/jpth.2015.9.2.103-115

 

Editor: Lukman Hakim