DNA FORENSIK SIAP MENDUKUNG PROGRAM KLINIK LINGKUNGAN DAN MITIGASI BENCANA

ADMIN | Senin , 16-Okt-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Penegakan hukum di bidang lingkungan dan kehutanan kedepan harus berbasiskan ilmu pengetahuan (science) sebagai data dukung atas barang bukti kejahatan yang ditemukan di lapangan. DNA forensik yang berbasiskan bioscience yang dimiliki Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta ini salah satunya.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani saat berkusi dengan peneliti DNA di ruang rapat B2P2BPTH Yogyakarta, Kamis (12/10/2017).

“Dukungan science base dalam penyidikan kejahatan pidana lingkungan dan kehutanan menjadi sangat penting untuk membuktikannya di pengadilan,” tegas Rasio.

Diskusi dimoderatori Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, Kepala B2P2BPTH merupakan tindaklanjut arahan Menteri LHK pada acara Peresmian Gedung Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta pada tanggal 26 September 2017.

“Payung hukum program ini adalah Nota Kesepahaman antara Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dan UGM tentang kerjasama Litbang serta Penerapan dan Pemanfaatan Hasil Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Kababes dalam pengantar diskusi santai ini.

Menurut Dr. Anto Rimbawanto bahwa kompetensi Laboratorium Genetika Molekuler B2P2BPTH meliputi genetika populasi, molekuler breeding, bio-forensik, dan bio-security yang didukung 6 tenaga peneliti S2 dan S3 bidang genetika molekuler serta 2 teknisi.

“Ada lebih dari 15 jenis kejahatan sector kehutanan, DNA forensic dapat mendukung data tentang pembalakan di luar kawasan legal, pembalakan jenis yang dilindungi, perdagangan jenis yang dilindungi CITES, pemalsuan jenis, dan penyelundupan jenis yang dilindungi,” lanjut Peneliti Biotek ini.

Laboratorium DNA yang dimiliki B2P2BPTH Yogyakarta, diharapkan dapat mendukung Ditjen Gakum baik kejahatan terhadap flora maupun fauna yang merupakan sumberdaya hutan Indonesia.

Program KLMB yang diinisiasi Fakultas Geografi UGM telah juga mendapatkan dukungan dari Dr. Ir. Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK pada kunjungannya ke kantor B2P2BPTH pada tanggal 6 Oktober 2017.

“Kami akan dukung dari aspek perubahan iklim yang merupakan salah satu masalah serius di bidang lingkungan hidup di tingkat global,” lanjut mantan Kepala B2P2BPTH ini.

 

Editor: Lukman Hakim