PELATIHAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KONSERVASI SUMBERDAYA GENETIK

ADMIN | Selasa , 31-Okt-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Ir. Nina Juliaty bahwa kegiatan penelitian dan pengembangan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta banyak berhubungan dengan areal geografis. Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG) diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para peneliti dan teknisi.

“Pelatihan SIG dipandang perlu sehingga mampu diimplementasikan sebagai pendukung kegiatan penelitian dan pengembangan di lapangan,” kata Kabid Program dan Evaluasi di ruang rapat B2P2BPTH Yogyakarta, Selasa (31/10/2017).

Pelatihan ini merupakan salah satu  kegiatan B2P2BPTH sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis yang didanai oleh KemenristekDikti tahun anggaran 2017.

Menurut Dr. Wahyu Wardana, selaku instruktur pelatihan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penelitian dan pengembangan di lingkup B2P2BPTH seperti pemetaan areal penelitian, koleksi data koordinat GPS, plotting desain penanaman, peta sebaran jenis-jenis pohon langka, penggunaan peta-peta tematik, dan lain-lain.

“SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data geospatial untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya hutan,” kata Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini.

Praktek dipandu oleh Ari Afriadi, S.Hut dengan mengacu pada Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar selama 2 hari. Manfaat dari palatihan ini dirasakan oleh Yayan Hadiyan, S.Hut, M.Sc sebagai salah satu peserta.

“Kami sebagai peneliti Konservasi Sumber Daya Genetik (KSDG) merasa terbantu dengan tool ini terkait dengan pekerjaan di lapangan seperti dalam pemetaan sebaran dan pembangunan database pohon-pohon induk jenis target yang dikonservasi, pemetaan dan monitoring areal konservasi in-situ di hutan alam dan plot konservasi ex-situ yang telah dibangun.” Kata konservasionis ini.
 
Diharapkan kegiatan penelitian KSDG dapat dilakukan secara efesien sehingga dapat mendukung program pemuliaan tanaman hutan terutama dalam kegiatan explorasi dan pengumpulan materi genetik di sebaran alam.(bw&lh)


Editor: Lukman Hakim

Foto: Edy Wibowo/BBPPBPTH/2017