PELUANG AKSES RISET KONSERVASI SUMBERDAYA GENETIK TERBUKA LEBAR DENGAN ADANYA PUI

ADMIN | Rabu , 8-Nov-2017

YOGYA (biotifor.or.id) - Langkah menjalin kerjasama riset konservasi sumberdaya genetik flora maupun fauna di beberapa Taman Nasional mendapat dukungan dari Prof. Dr. Ir. Moh. Na'iem. Hal ini karena materi genetik masih banyak tersimpan di hutan tropis Indonesia baik di Hutan Konservasi maupun Hutan Lindung.

Apresiasi ini disampaikan Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM ini selaku anggota supervisor dalam kegiatan Monitoring Kegiatan PUI Pemuliaan Hutan Tanaman Tropis tahun 2017 di Ruang Rapat Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Senin (6/11/2017).

“Contohnya saya baru saja berkunjung ke Taman Nasionan Zamrud di Riau. Saya sangat terkesan dan teringat waktu saya berkunjung ke beberapa hutan alam di Kalimantan Selatan pada tahun 80-an dimana kondisi hutan alam tropis masih luas,” kata Mantan Kapus ini.

Berdasarkan laporan Kababes ini, Prof. Na’iem mendukung kerjasama riset konservasi sumberdaya genetik dengan beberapa Taman Nasional. Karena jika tidak cepat diselamatkan, maka beberapa jenis akan punah dan tidak sempat untuk dimanfaatkan secara lestari.

“Dukungan dana litbang dari pihak luar seperti halnya jenis kayuputih ini diharapkan bisa diadopsi oleh jenis lain dengan memanfaatkan gelar PUI Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis ini,” lanjut Bapak 3 anak ini.

Dalam sesi tanya jawab, Dr. Anto Rimbawanto sangat setuju bahwa Predikat PUI membuka akses untuk mendapatkan pendanaan yang lain. Riset Kayuputih mendapatkan pendanaan untuk hilirisasi produk dengan bekerjasama dengan PT. Sanggaraggro Karyapersada di Bima, NTB.

Prio Kusemedi, S.Hut, MP menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan penyusunan beberapa SOP, FGD Pembangunan Sumber Benih, Workshop DNA Forensik Flora dan Fauna, pameran dalam rangka 200 Kebun Raya Bogor, partisipasi para peneliti dan pameran dalam rangka IUFRO INAFOR 2017, Workshop Bioinformatika, proses mendapatkan akreditasi KNAPPP, pelatihan SIG, dan lain-lain.

“Sudah tercapai 7 publikasi jurnal terakreditasi internasional sebagai penulis pertama dari target 5, sedangkan untuk jurnal terakreditasi nasional diharapkan pada akhir Desember dapat tercapai 20,” kata Kabag Umum B2P2BPTH.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota tim sekretariat PUI B2P2BPTH yang terdiri dari unsur peneliti, pejabat struktural dan staf serta Prof. Dr. Ir. Moh. Na’iem dan Prof. Suratman selaku anggota supervisor PUI Pemuliaan tanaman Hutan Tropis.

Berdasarkan paparan capaian kegiatan selama akhir Oktober 2017, Aswin Firmansyah, ST, ME berharap nilai yang sekarang diperoleh B2P2BPTH baru 788 dari target minimal 850 dapat dipenuhi sampai tanggal 30 November 2017.

Senada dengan anggota Tim Monev PUI dari MenristekDikti, Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, selaku Kepala B2P2BPTH dalam sambutan penutup acara ini berharap semua komponen di B2P2BPTH secara bersama-sama dapat mencapai target itu agar kelanjutan PUI ini dapat dipertahankan.(lh)

 

Editor: Lukman Hakim