PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI

ADMIN | Senin , 13-Nov-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Kemerdekaan telah kita raih, maka tahap selanjutnya kita harus bersatu terlebih dahulu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya, yakni berdaulat adil dan makmur.

Pesan penting dari para pendiri bangsa itu termaktub dalam Amanat Menteri Sosial R.I. yang dibacakan, Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP. mewakili Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) pada upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017, di halaman kantor B2P2BPTH, Yogyakarta, Jumat (10/11/2017).

“Oleh karena pesan fundamental itulah, maka peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2017 ini kita mengambil tema Perkokoh Persatuan Membangun Negeri,” lanjut Kabag Umum ini.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan, bersama-sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Semangat cinta tanah air, menjaga pusparagamnya dan kebhinekaan kita, para pendiri republik dan pahlawan pendahulu menuangkan sumbangan terbaiknya kepada kita semua. Pada 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia meluluhkan ego-ego kedaerahan, kelompok, ras dan golongan untuk menyatakan dan berikrar sebagai satu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia,” lanjut Prio.

Pada dasarnya setiap warga bangsa menyadari bahwa kita semua mewarisi sebuah konsepsi, sebuah etos, sebuah niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa. Inilah saatnya kita menuntaskan perjuangan membangun bangsa dengan sikap mental yang positif dan konstruktif yaitu membangun sebuah bangsa yang merdeka, maju, bersatu, berdaulat dan terbuka.

Upacara ini diikuti oleh perwakilan UPT Kementerian LHK lingkup DIY yaitu P3EJ, B2P2BPTH, BTNGM, BKSDA Yogyakarta, BPDASHL SOP dan BPKH Wilayah XI.

“Akhirnya kita semua diajak untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini,” tutup Prio.(mna)

Editor : Lukman Hakim