INPASSING, KEBIJAKAN UNTUK MENAMBAH PENELITI NASIONAL

ADMIN | Rabu , 15-Nov-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Perka LIPI No. 5/2017 bahwa penyesuaian/Inpassing adalah proses pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional guna memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini terungkap dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Publikasi Ilmiah dan Karir Peneliti di ruang rapat Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Selasa (14/11/2017).

Dr. Ahmad Sofyan selaku narasumber menyampaikan bahwa ini merupakan kebijakan Pemerintah untuk mengatasi kekurangan tenaga fungsional peneliti nasional yang jumlahnya semakin berkurang.

“Kebutuhan jabatan fungsional peneliti ini didasarkan pada formasi jabatan dan batas akhir pengusulan Inpassing ini diterima Instansi Pembina paling lambat tanggal 1 September 2018,” kata Peneliti Madya, Anggota Tim TP2U BPTBA LIPI ini.

Menurut Ir. Tandya Tjahjana, M.Si, bahwa Workshop ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada peserta untuk mengetahui jenjang karir peneliti, memahami plagiarisme dan mengetahui tip menghindarinya, serta terampil dalam mengelola proses bisnis pengelolaan e-journal.

Materi Workshop 2 hari ini meliputi Perka LIPI No.5/2017 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Fungsional Peneliti melalui Penyesuaian/Inpassing disampaikan Dr. Ahmad Sofyan; Plagiarism oleh Riah Wiratningsih, S.S, M.Si; Pengelolaan OJS oleh Tutik Sriyati, S.Sos; dan praktek pengelolaan e-journal yang dipandu Suhardi Mardiansyah, A.Md.

Menurut Riah Wiratningsih, S.S, M.Si Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

“Beberapa kasus plagiarisme di lembaga akademik maupun di lembaga riset telah terjadi dan perlu mendapatkan penanganan yang serius,” ungkap Pustakawan UNS lulusan UGM.

Para peneliti dituntut untuk dapat memahami plagiarisme, serta mampu menghindarkan diri dari praktik-praktik plagiat. Tindakan plagiarisme yang terjadi di bidang riset berdampak pada kredibilitas peneliti dan mempertaruhkan lembaga riset itu sendiri.

“Aplikasi untuk menditeksi plagiat pada suatu naskah ada yang gratis dan juga ada yang berbayar seperti Turnitin. Perpustakaan UNS memilih aplikasi Turnitin untuk kebutuhan mahasiswa dan para dosen,” lanjut ibu yang mengaku sudah berumur tapi masih gesit dalam presentasi ini.

Tutik Sriyati, S.Sos sebagai pemateri ketiga menyampaikan bahwa LIPI dan DIKTI telah mengeluarkan Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah Indonesia yang telah diberlakukan secara nasional per 1 April 2016. Dalam peraturan tersebut, salah satu unsur penilaian akreditasi adalah pengelolaan jurnal ilmiah harus dilakukan secara online.

“Pengelolaan jurnal secara elektronik maka seluruh proses bisnis dilakukan secara online mulai dari proses penerimaan naskah, telaah naskah, penyuntingan naskah, sampai proses penerbitan naskah final,” lanjut staf Sekretariat BLI ini.

Workshop ini didanai dari anggaran Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan Tanaman Hutan dan DIPA B2P2BPTH tahun anggaran 2017. Peserta yang diundang adalah pengelola Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan termasuk dewan redaksi, sekretariat redaksi, penyunting, mitra bestari dan penulis, serta para peneliti lingkup B2P2BPTH.(mna)

 

Editor : Lukman Hakim