SHARING PEROLEHAN PUSAT UNGGULAN IPTEK PEMULIAAN TANAMAN HUTAN TROPIS OLEH B2P2BPTH YOGYAKARTA

ADMIN | Senin , 4-Des-2017

YOGYA(biotifor.or.id) – Menurut Prof Suratman bahwa riset dan paten Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang. Masalah ini menjadikan tantangan besar untuk dipecahkan bagi bangsa Indonesia agar dapat bersaing di dunia global.

Hal ini disampaikan Guru Besar Fakultas Geografi UGM dalam Review Masterplan dan Sharing Perolehan Penguatan Kelembagaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) tahun 2017 di Ruang Rapat Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Kamis (30/11/2017).

“Latar belakang kegiatan Sharing ini adalah untuk lebih mengawal daya saing bangsa yang terdiri dari komponen inovasi, kreasi, daya saing dan mandiri” ujar anggota supervisor PUI Pemuliaan tanaman Hutan Tropis.

Sedangkan menurut Ir. Tandya Tjahjana, M.Si. bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Sumberdaya manusia dan institusi yang merupakan salah satu tujuan dari PUI Pemuliaan tanaman Hutan Tropis yang diperoleh B2P2BPTH pada tahun 2016.

Hadir dalam kegiatan sehari ini beberapa pejabat struktural Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Badan Litbang dan Inovasi (BLI) dan perwakilan pihak dari Fakultas Biologi UGM, Fakultas Kehutanan UGM, Pusat Studi Pangan dan Gizi.

Harapanya, pengalaman B2P2BPTH dalam meraih PUI dapat menular ke UPT lingkup BLI lainya serta  membuka jalan berkolaborasi dengan beberapa fakultas di UGM, terutama riset yang terkait dengan pemuliaan hutan tropis.  

Perolehan PUI ini diharapkan dapat menciptakan banyak peluang-peluang baru supaya kedepannya dapat menciptakan produk yang inovatif serta tidak berhenti sampai pada tahap publikasi saja (UM).