BENIH UNGGUL HASIL PEMULIAAN B2P2BPTH PERLU MENDAPATKAN PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN

ADMIN | Rabu , 6-Des-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut UU No. 29 Tahun 2000 bahwa hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) diberikan kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

Hal ini disampaikan Ir. Haryanto, MS sebagai narasumber dalam Workshop Implementasi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Kehutanan di ruang seminar Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Selasa (5/12/2017).

“Jenis tanaman hutan hasil pemuliaan baik yang berkembangbiak secara generatif maupun vegetaif dimohonkan PVT,” lanjut Kabid Pendaftaran PVT pada Pusat Perlindungan VariatasTanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian ini.

Sedangkan menurut Dr. Ir. Dwi Tyaningsih Andriyanti, MP menyampaikan bahwa tanaman kehutanan yang memiliki daur yang panjang selama ini tidak mendapatkan perhatian untuk mendapatkan PVT.

“Namun seiring dengan berkembangnya Hutan Tanaman Industri, PVT ini telah diperoleh oleh PT. Arara Abadi pada salah satu jenis yang dikembangkan di areal konsesinya.” Lanjut Dosen Fakultas Kehutanan UGM.

Ir. Tandya Tjahjana, M.Si. bahwa B2P2BPTH sebagai lembaga riset yang menghasilkan varietas hasil pemuliaan tanaman hutan berharap dengan kegiatan workshop ini dapat memberikan pemahaman kepada peneliti dan pengelola PVT tentang pentingnya perlindungan varietas tanaman kehutanan.

Peserta Kegiatan meliputi peneliti, pejabat struktural dan staf lingkup B2P2BPTH, perwakilan UPT KLHK di DIY, Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY, Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah I Palembang, Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II Makasar, PT. Arara Abadi.

Pada sesi kedua setelah Ishoma, Ir. Warsidi selaku narasumber dari Pusat Perlindungan Variatas Tanaman dan Perizinan Pertanian menyampaikan presentasi dan praktek tentang Prosedur Pendaftaran dan Permohonan Hak Perlindungan Varietas Tanaman.

“Varietas yang akan diajukan PVTnya harus memiliki persyaratan Baru, Unik, Seragam, dan Stabil yang disingkat (BUSS),” kata Fungsional Pemeriksa PVT ini.

Workshop ini terselenggara berkat dukungan dana dari Kemenristekdikti tahun anggaran 2017 terkait dengan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis yang diperoleh B2P2BPTH.(lh)

 

Editor : Lukman Hakim