BADAN LITBANG HARUS BISA "MENJUAL DIRI" HASIL LITBANGNYA KEPADA PENGGUNA

ADMIN | Senin , 11-Des-2017

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Dr. Ir. Agus Justianto, MSC, bahwa proses pengambilan kebijakan di era ini sangat cepat sekali. Hasil-hasil penelitian dan pengembangan seharusnya merupakan dasar dari setiap pengambilan kebijakan di setiap eselon I teknis di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Scientific base policy dianggap masih kurang, oleh karena itu kedepan saya akan menempatkan peneliti pada unit eselon I lingkup KLHK terkait agar agar kita dapat muncul kepermukaan dan tidak ditinggal,” kata Kepala Badan Litbang dan Inovasi (BLI) pada saat pembinaan pegawai di kantor Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta, Jum’at (8/12/2017).

Hasil-hasil litbang tidak hanya digunakan sebagai referensi eselon I teknis sebagai pengguna internal KLHK, namun juga harus dapat diimplementasikan di lapangan oleh perusahaan sektor kehutanan dan masyarakat luas sebagai pengguna eksternal KLHK.

Demand hasil-hasil litbang juga banyak sekali dari asosiasi di sektor kehutanan untuk diterapkan di dunia usaha dalam rangka peningkatan produk-produk yang dihasilkan,” lanjut Kabadan yang ditemui para ketua asosiasi setelah pelantikan tanggal 30 November 2017 kemarin.

Ir. Tandya Tjahjana, M.Si selaku tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kepala BLI dan mempresentasikan sekilah B2P2BPTH. “Salah satu capaian yang diperoleh B2P2BPTH adalah mendapatkan sertifikat dan plakat Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pemuliaan Tanaman Hutan Tropis dari Menristek Dikti pada tahun 2016,” kata Kababes.

Atas raihan PUI ini, Kabadan sangat mengapresiasi dan berharap bisa mendekatkan hasil litbang kepada para pengguna baik internal maupun eksternal KLHK. “Saya mengapresiasi atas PUI yang telah dicapai oleh B2P2BPTH dan silahkan ditampilan keunggulan-keunggulan yang telah dihasilkan kepada pihak luar terutama pengguna hasil litbang,” harap mantan Staf Ahli Menteri (SAM) bidang Ekonomi SDA ini.

Kabadan akan mempromosikan para peneliti yang memiliki kompetensi untuk memasukan dalam tim pakar baik di forum-forum nasional maupun internasional agar BLI semakin “keren” di masa yang akan datang.

“Saya juga berharap setiap hasil litbang dapat dipromosikan lewat jejaring Sosial Media (Sosmed) di era digital. Hal ini menjadi perhatian Menteri LHK untuk dilakukan oleh pejabat eselon dibawahnya,” tutup Kabadan yang mengawali kariernya di KLHK pada tahun 1986 di Badan INTAG.

Pembinaan pegawai ini diikuti oleh semua karyawan B2P2BPTH dan dihadiri pula oleh Kakak Ipam selaku SAM Bidang Pemuda dan Pramuka yang memberi motivasi kepada para peneliti agar bisa bersaing dengan peneliti pertanian Malaysia yang telah menhasilkan banyak varietas yang siap dipasarkan di Indonesia. (LH)

Editor : Lukman Hakim