DUKUNG KINERJA KLHK, B2P2BPTH JALIN KERJA SAMA DENGAN PARA PIHAK

ADMIN | Senin , 5-Maret-2018

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Ir. Tandya Tjahjana, M.Si bahwa untuk mendukung kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), maka perlu dilakukan kerja sama dengan beberapa pihak terkait dengan Tugas dan fungsi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta.

“Kita juga harus mendukung program eselon teknis lingkup KLHK, termasuk dalam pengelola kawasan hutan alam guna mewujudkan tujuan konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya,” kata Kababes saat sambutan pada penandatanganan MoU antara B2P2BPTH dengan beberapa mitra di kantor B2P2BPTH Yogyakarta, Rabu (28/02/2018).

“Untuk mendukung riset dan pengembangan serta pemanfaatan IPTEK hasil-hasil litbang kepada pengguna dan mitra, B2P2BPTH sampai saat ini telah menjalin kerja sama dalam negeri sebanyak 38 mitra, dan kerja sama luar negeri 4 mitra”, lanjut Tandya.

Tiga institusi mitra baru dalam negeri tersebut antara lain Institut Pertanian (INTAN) Yogyakarta, PT. Belantara Subur, Kalimantan Timur dan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Sedangkan satu perpanjangan kerja sama dengan PT. Pindo Deli Pulp and Paper Mills.

“Semoga kerja sama ini dapat mendukung pembangunan bidang kehutanan dan lingkungan hidup dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” harap Kababes.  

Perjanjian kerja sama antara PT. Pindo Deli Pulp And Paper Mills dengan B2P2BPTH tentang Technical Assistance Litbang Demplot Penanaman dan Konservasi Sumberdaya Genetik Ramin (Gonystylus bancanus) di Sumatera diperpanjang karena kebutuhan litbang yang masih harus berlanjut.

Sementara itu Director Sustainability and Stakeholder Engagement Asia Pulp and Paper Group (APP), Elim Sritaba mengatakan bahwa saat ia menerima laporan dari Dr. Asri Insiana Putri tentang hasil pencapaian 5 tahun penelitian yang sudah dijalankan, pihaknya sangat senang melihat hasilnya.

“Progresnya cukup bagus dan menjanjikan karena jenis target dalam penelitian ini termasuk jenis yang langka. Kami yakin dengan penelitian ini, suatu saat jenis ini bisa diselamatkan serta dapat mendatangkan keuntungan bagi kita semua,” tegas Elim.

Perjanjian kerjasama dengan PT. Belantara Subur tentang Pembangunan Kebun Benih Semai Sengon (Falcataria moluccana). Direktur PT. Belantara Subur, Ir. Asrul Anwar mengatakan apabila nanti tanaman yang dikembangkan telah berhasil, pihaknya akan mencoba dengan masyarakat sekitar. Hal ini supaya mereka ikut menikmati hasilnya dengan adanya Hutan Tanaman Industri yang kita bangun di sana.

“Harapan kami, pihak Babes bisa kita undang untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian lainnya yang telah dilakukan untuk disosialisasikan di sana. Selain itu, bisa juga bekerja sama dengan asosiasi dan perusahaan yang ada di Kalimantan Timur,” tambah Asrul.

Kerjasama dengan INTAN Yogyakarta, terkait dengan Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Bidang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. “Sebenarnya secara non formal sudah ada kerja sama yang sudah kita jalin. Banyak mahasiswa kami dibimbing oleh para peneliti d isini. Begitu pula beberapa staf di B2P2BPTH yang lulusan INTAN, namun baru kali ini diformalkan agar segala sesuatunya jelas dan legal,” ujar Rektor INTAN, Dr. Ir. Achmad Kasiyani, M.Sc.

Sedangkan kersama dengan Balai TNGM, terkait dengan kegiatan penguatan fungsi pengawetan jenis-jenis tumbuhan lokal melalui pembuatan demplot restorasi di kawasan TNGM. Kepala BTNGM, Ir. Ammy Nurwati, MM mengatakan pada tahun 2017 sudah diinisiasi kerjasama kegiatan ini.

Kegiatan yang dilakukan adalah prakondisi pembuatan demplot melalui analisis keragaman genetik jenis tumbuhan lokal sarangan atau saninten (Castanopsis argentea). “Beberapa jenis tumbuhan lokal di kawasan TNGM meliputi Saninten, Pasang, Tesek, Puspa, Sowo, Dadap Duri, serta beberapa jenis dari family Orchidaceae (anggrek)”, lanjut Ammy.

Kegiatan bersama ini berdurasi tiga tahun mulai 2018 samapi dengan 2020. Melalui pelaksanaan kegiatan bersama, diharapkan mampu menyediakan data dan informasi terkait potensi dan tingkat keragaman genetik dari masing-masing populasi jenis tumbuhan lokal yang terdapat di TNGM.
 
Sedangkan jangka panjang diharapkan dapat menghasilkan publikasi-publikasi ilmiah terkait dengan strategi pelestarian jenis-jenis tumbuhan lokal berbasis informasi keragaman genetik, yang implementatif dan dapat dijadikan acuan oleh pihak lain dalam melaksanakan pemulihan ekosistem.

Setelah acara penandatanganan MoU kemudian dilanjutkan dengan penanaman oleh para pihak yang melakukan kerja sama dengan B2P2BPTH di arboretum. Acara terakhir yaitu kunjungan ke beberapa fasilitas laboratorium. (mna)

 

Editor : Lukman Hakim