PELESTARIAN JENIS-JENIS LANGKA DAN KHAS DIY

ADMIN | Selasa , 13-Maret-2018

YOGYA (biotifor.or.id) – Tugas dan fungsi (tusi) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta sesuai dengan Permen KLHK No.P.18/Menlhk/Sekjen/OTL.0/1/2016 adalah melakukan penelitian dan pengembangan (litbang) bidang bioteknologi hutan, pemuliaan tanaman hutan, konservasi sumber daya genetik, silvikultur dan hama penyakit untuk peningkatan poduktivitas hutan serta melaksanakan kegiatan litbang yang menjadi kebutuhan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk melaksanakan tusi melaksanakan litbang yang menjadi kebutuhan daerah, B2P2BPTH  telah melakukan penyelamatan beberapa jenis tanaman langka dan khas DIY sejak tahun 2008 sampai sekarang. Kegiatan penyelamatan tersebut antara lain eksplorasi dan mengumpulkan materi genetik baik benih, anakan, maupun bagian vegetative. Materi genetik tersebut diperbanyak di persemaian dan didistribusikan kepada pihak yang peduli terhadap upaya penyelamatan jenis-jenis tersebut seperti institusi pemerintah, sekolah, swasta, dan masyarakat baik yang ada di DIY maupun luar DIY.

Hal ini sangat mendukung program pelestarian tanaman langka dan khas DIY dimana lokasi penanaman ini kedepannya dapat sebagai sumber benih untuk dikumpulkan dan diperbanyak lagi baik secara generatif maupun vegetatif.
Menurut Ir. Fasis Mangkuwibowo, kegiatan ini berawal dari permintaan masyarakat terhadap kebutuhan bibit tanaman kehutanan untuk penghijauan dan reboisasi. Namun bibit yang tersedia berupa bibit hasil penelitian yang jenisnya sudah ditentukan dan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat DIY.

“Kami telah mengkoleksi 33 jenis tanaman langka dan khas DIY yang diantarannya memenuhi kriteria keendemikan, kekhasan dan andalan daerah. Selain itu juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat baik dari bagian kayu, daun, kulit, buah dan akar sebagai bahan baku tanaman obat,” lanjut Pria asli DIY ini.

DIY sebagai pusat kebudayaan Jawa, merupakan daerah yang memiliki warisan budaya adiluhung. Banyak jenis tumbuhan yang tumbuh di DIY yang memiliki nilai filosofi yang mendalam dan berkaitan erat dengan prinsip-prinsip hidup manusia.  

Gayam sebagai tanaman peneduh dan konservasi tanah dan air. Kayunya melambangkan manusia yang telah mampu mencapai keutamaan hidup di jalan Tuhan. Sehingga pohon Gayam melambangkan ”manusia harus mempunyai keinginan untuk meraih keutamaan hidup. Jenis lainya yaitu Sawo Kecik berasal dari kata “sarwo becik” memiliki arti serba baik. Pohon Sawo Kecik yang umumnya ditanam di halaman rumah, memiliki arti “siapapun yang memasuki atau keluar dari rumah tersebut haruslah baik niat dan perbuatannya.”

Bibit tanaman langka dank has DIY selain didistribusikan ke beberapa pihak, juga ditanam di Alboretum B2P2BPTH sebagai tanaman koleksi saat ada kunjungan tamu penting seperti Menteri KLHK, pejabat eselon I lingkup KLHK maupun pejabat penting lainya.

Kegiatan penyelamatan mulai tahun 2018 dan seterusnya difokuskan pada 2 jenis yaitu Mentaok (Wrightia javanica) dan Timoho (Kleinhovia hospita). Mentaok merupakan jenis yang terkait erat dengan sejarah awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Alas/hutan Mentaok yang lebat dibuka oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Martani untuk dijadikan perkampungan/desa dan diberi nama Mataram. Lokasi Hutan Mentaok diperkirakan terletak di Kotagede, Yogyakarta.

Sedangkan Timoho merupakan salah satu jenis yang menghasikan kayu untuk pembuatan gagang maupun warangka keris. Kayu ini dipilih karena sifatnya yang ringan dan lunak sehingga mudah dibentuk, seratnya unik sehingga tampilan keris menjadi semakin indah. Nama Timoho bahkan diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Kota Yogyakarta.

Meskipun memiliki kedekatan dengan budaya Yogyakarta, pohon Mentaok dan Timoho saat ini sudah sulit untuk ditemukan di wilayah DIY. Pergeseran nilai-nilai sosial dan penyempitan ruang terbuka hijau diduga menjadi penyebabnya. Pemerintah Daerah DIY berencana melindungi kekhasan daerah, baik flora maupun fauna melalui Peraturan Daerah.

Upaya pelestarian 2 tanaman ini diharapkan dapat bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup DIY dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY. Kerjasama ini meliputi kegiatan eksplorasi dan pengumpulan materi genetik, perbanyakan bibit dengan teknik generatif maupun vegetatif di persemaian maupun pendistribusian bibit ke instansi maupun masyarakat yang perduli dalam pelestarian jenis-jenis langka dan khas DIY.(lh)