PENELITI B2P2BPTH BERBAGI ILMU PADA SEMINAR NASIONAL "OPTIMALISASI PENGELOLAAN BIOENERGI ALAM INDONESIA UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN ENERGI NASIONAL"

ADMIN | Kamis , 3-Mei-2018

SEMARANG (biotifor.ir.id) – Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, M.P. dari Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH), Yogyakarta (Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian LHK), berbagi ilmu dan tampil sebagai salah satu pembicara utama pada Seminar Nasional “Optimalisasi Pengelolaan Bioenergi Alam Indonesia Untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional”, di Balairung Universitas PGRI Semarang pada hari Kamis, (26/04/2018).

Seminar yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang itu diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan pemanfaatan bioenergi di Indonesia untuk atisipasi krisis energi di masa mendatang kepada para pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Pada kesempatan itu Prof. Dr. Ir. Budi Leksono, M.P. menyampaikan paparan dengan judul, “Pengembangan dan Potensi Bioenergi di Indonesia: Nyamplung (Calopyllum inophyllum) Bahan Baku Biodisel Potensial”.

Prof. Budi menyampaikan bahwa Impor minyak mentah dan bahan bakar minyak Indonesia diproyeksikan bakal terus membengkak seiring dengan kenaikan konsumsi yang tidak diiringi dengan peningkatan produksi minyak dan gas bumi di dalam negeri.

Untuk itulah energi baru terbarukan sebagai sumber energi alternatif merupakan keniscayaan. Salah satu sumber daya energi potensial yg berkelanjutan adalah bahan bakar nabati (BBN) dari tanaman hutan.

“Nyamplung merupakan salah satu sumberdaya hutan yg telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku biodisel. Teknologi hulu-hilirnya juga saat ini sdh dikuasai”, tambah Prof. Budi.

Hal ini senada dengan sambutan Wakil Rektor IV, Drs. Nizaruddin, M.Si yang menguraikan pentingnya pemahaman dan penelitian yang harus terus dilakukan dalam rangka pengembangan teknologi bioenergi, untuk generasi anak cucu kita agar dapat terus menikmati kehidupan yang lebih sejahtera di masa datang.

“Penelitian dan pengembangan dalam bidang bioenergi tentu saja tidak bisa langsung dinikmati pada era sekarang, tapi merupakan bentuk kepedulian terhadap krisis energi yang akan terjadi dimasa mendatang, karena energi fosil tentu saja akan ada batasnya”, papar Nizaruddin.

Nizaruddin menegaskan bahwa apabila tidak ditemukan sumur-sumur baru, energi fosil hanya akan bertahan 10 tahun lagi. Disinilah perlunya energi alternatif untuk keberlangsungan kehidupan kita di masa yang akan datang dengan energi baru terbarukan yang saat ini sangat terus digalakkan penelitian dan pengembangannya.

Pembicara Utama lainnya pada Seminar Nasional ini adalah 1) Ir. Arie Rahmadi, B.Eng., M.Eng.Sc dari Balai Besar Teknologi Konservasi Energi, BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi), Jakarta; dan 2) Primasto, SE, MT dari Dinas ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Provinsi Jawa Tengah.
Materi yang disampaikan oleh BPPT adalah tentang “Kebijakan Energi Nasional”, dan dari ESDM Jawa Tengah terkait dengan “Pengembangan dan Potensi Bioenergi di Jawa Tengah”.

Usai presentasi dari ketiga pembicara utama, dilanjutkan dengan diskusi dan ditutup oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang. Kurang lebih 1000 pelajar SMA/SMK dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi se Jawa Tengah dan DI Yogyakarta hadir pada seminar nasiona ini.(BL/MNA)