KHDTK Wonogiri

ADMIN | Kamis , 17-Mei-2018

A.     Pendahuluan

Sejak tahun 1994 areal hutan penelitian Wonogiri adalah merupakan areal pinjam pakai berdasarkan surat perjanjian antara Balai Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Benih Tanaman Hutan (BP3BTH) dengan  PT. Perhutani Unit I Jawa Tengah dengan luas areal 93 ha untuk jangka waktu 10 tahun, dimana oleh masyarakat setempat sampai sekarang dikenal sebagai alas Jepang. Hal ini berkaitan dengan adanya kerjasama penelitian antara BP3BTH dengan Pemerintah Jepang yang dilaksanakan oleh JICA selama 2 fase yaitu fase pertama dari tahun 1992 – 1997, dan fase kedua tahun 1998 – 2003. dan sejak tahun 2003 kerjasama penelitian dilanjutkan dalam bentuk follow up project  kerjasama teknik sebelumnya. Pemilihan lokasi ini sebagai areal Hutan Penelitian adalah karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau karena masih didalam lingkungan kota Wonogiri dan berada tidak jauh dari lokasi Hutan Wisata Wonogiri. Lokasinya terletak pada kawasan penyangga Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo.

Sejak tahun 2003 telah diproses peningkatan status kawasan menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) oleh Menteri Kehutanan dari areal semula pinjam pakai dari PT Perum Perhutani menjadi Hutan Penelitian yang dikelola sendiri oleh P3BPTH.

Sejak pengelolaannya diintensifkan oleh P3BPTH dan status hutan penelitian ditingkatkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.60/Menhut-II/2004 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus seluas 93 (Sembilan Puluh Tiga) Hektar pada Kawasan Hutan Produksi Terbatas di Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah, sebagai Hutan Penelitian Wonogiri. Sehubungan hal tersebut untuk mengefektifkan areal secara efisien dan efektif, dilakukan peningkatan kegiatan litbang. Kegiatan yang dilaksanakan P3BPTH adalah kegiatan penelitian, pengamanan, pemeliharaan dan penataan. Penataan meliputi penataan batas petak, jalan inspeksi dan pemetaan areal.

Sejak tahun 1995 telah dilakukan penelitian pemuliaan jenis Acacia mangium, Acacia auriculiformis dan Eucalyptus pellita dengan tujuan uji genetik.

Tahun 1998 ditanam jenis A. mangium untuk tanaman uji coba dan jenis E. deglupta, A. aulacocarpa untuk tujuan tanaman pengisi. Tahun 2001 ditanam jenis Tectona grandis untuk tujuan  Tanaman Uji Coba dan jenis A. mangium (F2) untuk uji komposit dan uji multi lokasi. Dalam rangka GERHAN pada tahun 2003 ditanam jenis-jenis A. mangium, E. pellita, kemiri, mahoni, pulai, sukun dan jati.

 Dengan adanya perubahan organisasi Badan Litbang Kehutanan dan seluruh Unit Pelaksana Teknisnya pada Tahun 2006 maka KHDTK Wonogiri berpindah pengelolaannya dari P3BPTH ke Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

B. Lokasi

Secara administrasi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Wonogiri terletak di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri Propinsi Jawa Tengah. Awalnya merupakan kawasan hutan yang dikelola oleh Perum Perhutani RPH Pulosari, BKPH Wonogiri, KPH Surakarta, Unit I Jawa Tengah, pada petak 30 dengan luas sesuai dengan perjajian kerjasama seluas ± 93,34 Ha. Secara geografis lokasi KHDTK Wonogiri terletak pada 7º 32’ LS - 8º 15’ LS dan 110º 4’ BT - 111º 18’ BT

Perjalanan dari Yogyakarta ke KHDTK Wonogiri dapat ditempuh kurang lebih 2 jam 30 menit melalui jalan darat beraspal dan dari kota Wonogiri ke KHDTK Wonogiri ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit. 

C. Kondisi Klimatologi

Klasifikasi iklim menurut Schmitdt dan Ferguson, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Wonogiri adalah termasuk tipe iklim C. dengan curah hujan 1.878 mm/tahun, hari hujan terbanyak pada bulan Januari, menurun mulai bulan Maret, suhu maksimum berkisar 30º - 38ºC dan minimum berkisar 20º - 23ºC , dengan rata-rata kecepatan angin sedang.

D.  Kondisi Topografi

Kondisi topografi berupa kelerengan berkisar 0 % - 10 % dan merupakan fisiografi dataran, kecuali pada beberapa tempat terutama pada sisi pinggir sungai Bengawan Solo dengan kemiringan lebih dari 30 %, jenis tanah grumosol mediteran, dengan ketinggian ± 141 m diatas permukaan laut.

E.  Kondisi Ekologis

Sebelum dilaksanakan pembangunan Hutan Penelitian, areal ini merupakan vegetasi alami jenis Dalbergia latifolia (sonokeling) dengan permudaan alam. Gangguan yang sering dihadapi adalah pertumbuhan gulma berupa semak (Kirinyu, Alang-alang), gangguan oleh aktifitas masyarakat sekitar berupa pemotongan cabang/batang tanaman penelitian serta gangguan kebakaran.

F.  Core Research

Sejalan dengan perkembangan kebijakan Badan Litbang Kehutanan untuk peningkatan status Hutan Penelitian, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.60/Menhut-II/2004 menjadi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus untuk tujuan hutan penelitian. Dengan status terkini (2017), KHDTK Wonogiri telah ditetapkan menjadi KHDTK melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan SK. No. 4807 /MENLHK-PKTL/PLA.2/9/2017 pada 20 September 2017.  KHDTK Wonogiri dengan Core Research Pemuliaan dan konservasi genetik untuk mendukung program pemuliaan dan kontribusi terhadap konservasi biodiversitas. Pada lokasi tersebut akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk dikembangkan penelitian jenis Acacia  mangium dan Eucalyptus pellita serta Tectona grandis dimana ketiga jenis tersebut sesuai untuk kondisi ekologis hutan dataran rendah musim kering yang panjang.

Download Booklet KHDTK Wonogiri