PERKUAT KEUNGGULAN INDONESIA, KEMENRISTEKDIKTI KEMBANGKAN PUI

ADMIN | Kamis , 17-Mei-2018

BOGOR (biotifor.or.id) - ”Dalam upaya untuk memperkuat keunggulan Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengembangkan upaya peningkatan kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti melalui Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI),” kata Ir. Kemal Prihatman, M.Eng, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan pada saat membacakan arahan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada saat Pembukaan Rapat Koordinasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Tahun 2018 dengan tema  “Melangkah Bersama Menguatkan Produktivitas Litbang”, di Gedung Konservasi Kebun Raya Bogor, Senin (14/05/2018).

“Program PUI ini terus dikembangkan untuk mendorong lembaga litbang untuk menghasilkan produk iptek yang berbasis demand/market driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing Indonesia. Hingga tahun 2018, telah dikembangkan pembinaan pada 106 lembaga litbang baik yang berasal dari Lembaga Pemerintah Kementerian (LPK), Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), Perguruan Tinggi, maupun Badan Usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” lanjut Kemal.

Kemal menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas, kapabilitas dan kontinuitas lembaga merupakan fokus pengembangan PUI. Untuk mendukung pencapaian tersebut, perlu adanya penguatan koordinasi, sinergi dan sinkronisasi antar lembaga PUI dan stakeholder terkait.

“Rapat koordinasi lembaga litbang PUI ini merupakan wahana penguatan sinergi dan jejaring serta koordinasi bersama khususnya untuk membahas mekanisme dan instrumen pembinaan PUI, penguatan simpul sinergi, dan penguatan pada beberapa materi yang mendukung kinerja kelembagaan,” ungkap Kemal.

Lebih lanjut Kemal mengatakan bawah dengan keberagaman keunggulan dan semakin bertambahnya jumlah lembaga PUI, potensi untuk melakukan sinergi sangatlah besar. Penguatan sinergi keunggulan lembaga PUI penting untuk diperhatikan untuk mengoptimalkan kemampuan dan keunggulan masing-masing lembaga litbang, serta mencegah terjadinya tumpang tindih riset. Dengan demikian, lembaga PUI tidak hanya harus unggul di bidangnya masing- masing tetapi juga harus dapat melakukan kerja bersama dengan lembaga PUI lainnya, saling mendukung dengan spesifikasi keunggulan masing-masing dan membentuk sinergi demi mengembangkan riset di Indonesia.

Melalui jalinan sinergi yang baik, yang pertama Kemal berharap Lembaga PUI dapat menghilirkan produk risetnya dalam bentuk produk-produk yang inovatif dan bermanfaat sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi Bangsa Indonesia.

Kedua, diharapkan seluruh lembaga PUI bisa memanfaatkan skema-skema fasilitasi-asistensi pembinaan dan penguatan kapasitas lembaga PUI dengan baik dan optimal, sehingga bisa memperkuat kapasitas dan kapabilitasnya untuk mencapai kinerja yang terbaik, menghasilkan inovasi teknologi yang berbasis demand driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi (dunia usaha, industri kecil dan menengah (IKM), pemerintah dan masyarakat) sesuai dengan potensi ekonomi daerah dan tema/isu strategis dalam 7 bidang fokus pembangunan Iptek dan Nawacita, serta menjadi role model bagi lembaga litbang di seluruh Indonesia.

Ketiga, seluruh Instansi Induk Lembaga PUI diharapkan dapat lebih meningkatkan dukungan dan perhatiannya kepada unit lembaga litbangnya serta turut aktif memantau progress capaian kinerja PUI demi tercapainya kinerja lembaga litbang yang unggul.

Keempat,  tantangan kepada lembaga litbang unggul yang tergabung dalam jejaring PUI ini adalah bagaimana secara konsisten untuk terus meningkatkan nilai guna dan kontribusi lembaga litbang unggul dalam menghasilkan produk hasil riset yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang dalam hal ini mencakup industri, masyarakat dan pemerintah. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi ini menjadi wahana yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan koordinasi, meneguhkan komitmen dalam bingkai peningkatan kualitas lembaga litbang.

Selaras dengan hal tersebut, Yudho Baskoro Muriadi, S.Sos., M.Si., MPP, Kasubdit Lembaga Litbang Pemerintah Pusat, dalam laporannya mengatakan bahwa penyelenggaraan Rapat Koordinasi PUI Tahun 2018 bertujuan untuk (a) memperkuat pemahaman atas mekanisme dan instrumen pembinaan kelembagaan PUI (: proses Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi Kinerja), (b) memperkuat model sinergi PUI pada bidang riset unggulan, dan (c) memperkuat jejaring kelembagaan Lembaga Litbang Unggul PUI dalam upaya meningkatkan produktivitas litbang.

“Kegiatan Pengembangan PUI diarahkan untuk penguatan lembaga litbang sebagai salah satu komponen penguatan sistem inovasi nasional.Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sumbangan penguasaan iptek bagi perekonomian nasional masih sangat terbatas meskipun fakta menunjukkan bahwa produk hasil litbang juga telah banyak tercatat baik dalam publikasi, paten, maupun layanan-layanan teknologi bagi masyarakat,” jelas Yudo.

“Dengan demikian penguatan kelembagaan iptek diarahkan dalam bentuk kemampuan memberikan sumbangan nyata bagi daya saing sektor produksi, keberlanjutan dan pemanfaatan sumberdaya alam, dan penyiapan masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern; ketersediaan faktor-faktor yang diperlukan seperti SDM, sarana prasarana, kelembagaan iptek, jaringan, dan pembiayaan,” ungkap Yudo.

Lebih lanjut Yudo mengatakan bahwa penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah) dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sesuai dengan etika penelitian.

Yudo berharap dengan tumbuhnya inovasi dan teknologi yang disertai dengan pemanfaatan oleh pengguna, kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Salah satu upaya Kemenristekdikti untuk memperkuat kelembagaan iptek adalah melalui pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Rakor PUI Tahun 2018, diikuti oleh seluruh lembaga PUI di Indonesia dan pada tahun ini Badan Litbang dan Inovasi diwakili oleh beberapa unit kerja yang tergabung dalam lembaga PUI antara lain Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Pusat Litbang Hasil Hutan, Pusat Litbang Soseskjak dan Perubahan Iklim, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS, dan Balai Litbang Teknologi HHBK.(PK)