MODEL PENGEMBANGAN DAN PEMAFAATAN HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DI KHDTK

ADMIN | Rabu , 6-Juni-2018

oleh: Ir. Tandya Tjahjana, M.Si.

Kepala Balai Besar pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia

Tujuan model pengembangan  dan pemanfaatan hasil litbang di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus KHDTK)  adalah menghasilkan  kegiatan pengembangan yang dapat meningkatkan dayaguna hasil litbang  dan meningkatkan kegiatan akses pemanfaatan serta memperluas jangkauan pengguna hasil litbang di KHDTK.  Sebagian besarkegiatan litbang Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan  Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta dilaksanakan di KHDTK Alas Kethu Wonogiri yang potensial dan memiliki luas 93,25 ha dengan posisi lokasi cukup strategis,  96,2 km dari kota Yogyakarta dan 34,5 km dari Kota Solo (kota tujuan wisata) serta 2 km dari Kota Wonogiri. Kegiatan penelitian di KHDTK Alas Kethu dilaksanakan sebagai tindak lanjut untuk mendukung penyediaan benih bersertifikat dimana ditetapkan bahwa jenis tanaman hutan benihnya wajib diambil dari sumber benih bersertifikat. Kegiatan pengembangan sumber benih bersertifikat di KHDTK Wonogiri (dilakukan sejak tahun 1994) meliputi: pembangunan plot-plot uji penelitian genetik dari berbagai jenis tanaman penghasil bahan baku industri pulp dan kertas, kayu pertukangan dan kayu energi serta hasil hutan bukan kayu. Beberapa kebun semai uji keturunan yang telah dikonversi menjadi kebun benih telah mendapatkan sertifikat dari lembaga yang berwenang. Hasil penelitian berupa benih dan bibit unggul  yang dapat dimanfaatkan secara terbatas kalangan swasta,  masyarakat Pemda, BUMN dan internal Balai untuk keperluan riset dan pengembangan lebih lanjut.

KHDTK adalah kawasan hutan yang dapat berupa hutan konservasi, hutan lindung, atau hutan produksi yang ditunjuk secara khusus oleh Menteri untuk keperluan penelitian dan pengambangan, pendidikan dan latihan, serta untuk kepentingan sosial, religi, dan budaya dengan tidak mengubah fungsi pokok kawasan hutan yang bersangkutan. Kegiatan di KHDTK meliputi: (1) penelitian dan pengembangan (litbang) dapat diberikan kepada lembaga yang melaksanakan kegiatan litbang; (2) pendidikan dan pelatihan dapat diberikan kepada lembaga yang melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan; dan (3) religi dan budaya dapat diberikan kepada lembaga yang melaksanakan kegiatan keagamaan dan kebudayaan.

Pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK Wonogiri dipandangbelum optimal karena adanya kesenjangan kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan khususnya terkait pengembangan dan pemanfaatan hasil Litbang di KHDTK mencakup: belum tersedianya rencana pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang KHDTK jangka menengah dan panjang; terbatasnya pemanfaatan hasil litbang KHDTK oleh pengguna; terbatasnya penyebarluasan informasi hasil litbang KHDTK; lemahnya organisasi dan sumber daya manusia pengelola di KHDTK; dan terjadinya ancaman keamanan  dan kebakaran KHDTK.

Untuk mengatasi kesenjangan kondisi tersebut diperlukan strategi dan/atau inovasi baru dalam pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di areal KHDTK melalui perbaikan perencanaan pengembangan dan pemanfaatan,  kebijakan, diseminasi hasil, introduksi wisata ilmiah/Diklat, promosi, kerjasama, peningkatan SDM dan reorganisasi KHDTK serta pembuatan model pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK. Model dirancang untuk diimplementasikan dalam kurun waktu dua tahun dengan tahapan-tahapan  jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.Jangka pendek adalah penyusunan Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK (60 hari). Jangka  menengah melaksanakan Uji Publik Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK dalam rangka pematangan konsep (1 tahun). Jangka  panjang menyiapkan Draft Peraturan Kepala Badan Litbang tentang Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK  (2 tahun)

Melalui penyusunan model pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK diperoleh dokumen rencana pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK. Selain itu, pengguna hasil litbang di KHDTK meningkat, dan informasi hasil litbang  tersebar luas (lokal, nasional, global). Kegiatan Ekspose dan Pencanangan Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK Alas Kethu telah dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2018 dengan mengundang stakeholders potensial meliputi Kepala Badan Litbang dan Inovasi KemenLHK, Bupati Kabupaten Wonogiri, Kepala KLMB UGM,  Pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Direktur Taman Satwa Jurug Solo, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani, Kepala Balai Litbang lingkup Badan Litbang dan Inovasi dan Kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jawa Tengah dan DIY. Kegiatan yang sekaligus sebagai moment of celebration dari kegiatan proyek perubahan tersebut menguatkan jejaring dengan stakeholders untuk melaksanakan inisiasi kerja sama litbang di masa yang akan datang. Pada Kesempatan tersebut telah ditandatangani Piagam Pencanangan pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK sebagai bentuk komitmen dan payung hukum proyek perubahan ini antara Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK dengan Bupati Wonogiri. Dengan adanya model tersebut, diharapkan organisasi dan SDM di KHDTK menjadi lebih tertata dan lebih baik bahkan  dengan pelibatan masyarakat sekitar maka pengamanan hasil litbang  (tanaman/benih unggul) di KHDTK serta bebas dari bahaya kebakaran. Untuk jangka panjang diharapkan Draft Peraturan Kepala Badan Litbang tentang Model Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Litbang di KHDTK dapat menjadi rujukan nasional dan diadopsi untuk diimplementasikan di KHDTK lain.

Manfaat model pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK  secara langsung meliputi: rencana pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK lebih terarah, meningkatkan jumlah pengguna hasil litbang, memperluas jangkuan informasi  hasil Litbang, memperkuat organisasi KHDTK, meningkatkan sumberdaya manusia di KHDTK, dan menjamin Kemananan hasil litbang di KHDTK. Sedangkan manfaat tidak langsungnya meliputi: menjadi acuan pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di KHDTK bagi institusi lain di bawah BLI, membuka peluang akses kerjasama dan pemanfaatan hasil litbang yang lebih luas bagi seluruh stakeholder, dan menstimulasi peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar  dan partners dalam pengembagan dan pemanfaatan hasil litbang

Implementasi model diharapkan memberikan dampak sebar antara lain: memudahkan para pengguna  dalam memanfaatkan dan mendapatkan informasi hasil litbang, menstimulasi peluang-peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar dan stakeholder lain, memberi acuan bagi institusi lain di bawah Badan Litbang dan Inovasi KLHK, membuka peluang kerjasama, perencanaan pengembangan dan pemanfaatan hasil litbang di BBPPBPTHefeisien, efektif dan terarah, keamananan hasil litbang di KHDTK lebih terjamin, serta tertatanya organisasi dan SDM pengelola KHDTK. Sedangkan dampak baliknya adalah: material penelitian terekspose secara luas, menyebabkan tekanan keamanan hasil litbang dari luar KHDTK  meningkat, dan menambah beban kerja/administrasi Bidang terkait di kantor BBPPBPTH.  

Kata kunci: KHDTK, model, pengembangan, pemanfaatan, hasil litbang