PERKUAT LEMBAGA PUI, B2P2BPTH SINERGI DENGAN BBPK

ADMIN | Senin , 23-Juli-2018

YOGYA (biotifor.or.id) – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta menerima kunjungan studi banding Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Bandung, Kamis (19/07/2018). Kunjungan studi banding ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat lembaga PUI.

Pada kesempatan itu rombongan BBPK diterima oleh Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP, Kepala Bagian Umum, yang didampingi oleh beberapa pejabat struktural dan para peneliti terkait. Sedangkan tim dari BBPK dipimpin oleh Ir. Heronimus Judi Tjahjono, MT., Kepala Bidang Sarana Riset dan Standarisasi, jabatan dalam TIM Pengelola PUI Wakil Penanggung Jawab merangkap Koordinator Bidang Research & Development.

Diskusi yang berlangsung cukup menarik itu diawali dengan presentasi oleh Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP yang menjelaskan profil singkat B2P2BPTH dan kegiatan PUI yang dilaksanakannya. Ir. Heronimus Judi Tjahjono, MT., menyampaikan presentasi tentang profil singkat BBPK dan menjelaskan  pelaksanaan kegiatan PUI oleh BBPK.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ir. Kemal Prihatman, M.Eng, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada saat Pembukaan Rapat Koordinasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Tahun 2018 beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dengan keberagaman keunggulan dan semakin bertambahnya jumlah lembaga PUI, potensi untuk melakukan sinergi sangatlah besar.
 
Penguatan sinergi keunggulan lembaga PUI penting diperhatikan untuk mengoptimalkan kemampuan dan keunggulanmasing-masing lembaga litbang, serta mencegah terjadinya tumpang tindih riset. Dengan demikian, lembaga PUI tidak hanya harus unggul di bidangnya masing-masing tetapi juga harus dapat melakukan kerja bersama dengan lembaga PUI lainnya, saling mendukung dengan spesifikasi keunggulan masing-masing dan membentuk sinergi demi mengembangkan riset di Indonesia.

Melalui jalinan sinergi yang baik, Lembaga PUI dapat menghilirkan produk risetnya dalam bentuk produk-produk yang inovatif dan bermanfaat sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi Bangsa Indonesia.

Banyak hal penting dan menarik yang dibahas dalam diskusi antara B2P2BPTh dan BBPK itu. Menurut Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc, salah seorang peneliti pemuliaan B2P2BPTH mengatakan bahwa dirinya sebagai peneliti pemuliaan bergerak di hulu, sudah sejak lama punya kiat-kiat bagaimana bisa mempunyai mitra yang bergerak di hilir. Secara pribadi ada semacam kejenuhan yang terjadi sebagai peneliti pemulia, selama ini menghasilkan produk apapun bentuknya dan dimasukkan ke hilir.

“Saya ingin membawa kondisi hilir dibawa ke hulu. Kami ingin mengetahui keadaan dan harus menghasilkan produk seperti apa yang diinginkan oleh hilir. Hal ini yang akan kita tangkap sebagai pertimbangan dalam memuliakan tanaman ke depan,” tegas Arif.

Sinergi yang dilakukan nanti harapannya akan menghasilkan informasi new finding yang bermanfaat bagi kepentingan riset. Dari sisi hilir (BBPK) ada sesuatu yang baru dibidang industri seperti efisiensi, sedangkan di hulu (BBPPBPTH) ada sesuatu yang baru dari sisi pemuliaannya.

Setelah berdiskusi cukup panjang, akhirnya disepakati bahwa jalinan kerjasama yang akan dilaksanakan mengambil tema Sinergi Penelitian Dan Pengembangan Varietas Kayu Unggul Untuk Peningkatan Produktivitas Industri Pulp. Untuk hal-hal yang lebih detail akan dibahas pada pertemuan-pertemuan lanjutan.

BBPK sendiri saat ini berstatus pembinaan, mempunyai nama PUI yaitu Pusat Unggulan IPTEK Industri Selulosa, fokus bidang unggulan Hilirisasi Industri Selulosa. Secara institusi berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian.

Diakhir acara dilakukan tukar menukar cinderamata antara B2P2BPTH dengan BBPK, selanjutnya rombongan mengunjungi persemaian Akasia hibrida dan Laboratorium Kultur Jaringan.(***MNA)

 

editor : PK & NTR

 

 dokumentasi : B2P2BPTH/mna