PENGGUNAAN UAVs UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT DI HUTAN TANAMAN

ADMIN | Sabtu , 4-Agust-2018

PEKANBARU (biotifor.or.id) – Workshop “Remote Sensing for Forest Inventory and Health” bertujuan untuk menyajikan contoh-contoh penelitian terkini dalam penggunaan penginderaan jarak jauh untuk aplikasi pengelolaan hutan tanaman. Kegiatan ini fokus pada penggunaan low-cost Unmanned Aerial Vehicles (UAVs) atau kendaraan udara tak berawak murah untuk mengumpulkan data inventarisasi hutan dan pemantauan kesehatan pohon.

Hal itu disampaikan oleh Indonesia Project Coordinator of the ACIAR Project FST/2014/068, Dr. Anto Rimbawanto, di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Senin (30/07/2018).

“Workshop ini membahas bagaimana menggunakan teknologi penginderaan jauh terbaru untuk mengendalikan masalah penyakit di hutan tanaman. Saya harap peserta dapat menemukan hal yang bermanfaat dan informatif dari workshop ini”, ujar Dr. Anto. Beberapa topik yang disampaikan yaitu Pemetaan dan Pemodelan Spasial, Fotogrametri dan beberapa Studi Kasus terkait.

Lebih lanjut Dr. Anto mengatakan bahwa workshop ini adalah forum diseminasi the ACIAR Project FST/2014/068. Proyek ini fokus untuk memecahkan masalah penyakit di hutan tanaman, khususnya yang disebabkan oleh Ceratocystis.

“Kami memilih Pekanbaru untuk workshop ini karena di Riau terdapat hutan tanaman. Jika Anda ingin tahu tentang hutan tanaman skala besar, manajemen hutan tanaman, R & D hutan tanaman, produktivitas hutan tanaman, hama dan penyakit, industri pulp, dan masalah sosial budaya, Riau adalah tempatnya”, papar peneliti senior B2P2BPTH itu.

Mewakili Kepala Badan Litbang dan Inovasi saat membuka workshop, Kepala Pusat Litbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), Dr.Ir. Syaiful Anwar, M.Sc, menyambut baik dilaksanakannya acara ini. Syaiful berharap dapat melihat kontribusi positif untuk pengembangan hutan tanaman tropis yang berkelanjutan di seluruh dunia.

“Saya berharap para ahli dan peserta dapat membuat rekomendasi khusus untuk hutan tanaman kayu keras yang lebih baik dan saya meyakinkan Anda semua bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah salah satu pemangku kepentingan yang menunggu rekomendasi Anda”, tegas Syaiful.

Empat keynote speaker hadir pada workshop ini, yang pertama adalah Dr Christine Stone. Ia adalah Peneliti Utama, dan Leader of the NSW Department of Primary Industries Forest Science team. Ia pernah menerima penghargaan tertinggi di bidang kehutanan Australia, yaitu N.W. Jolly Medal, sebagai pengakuan atas komitmen jangka panjang dan kontribusinya yang berkelanjutan untuk R & D industri kehutanan di bidang penginderaan jarak jauh dan kesehatan hutan.

Kedua, Dr Jon Osborn adalah dosen senior dalam bidang survei dan ilmu spasial di Universitas Tasmania. Fokus penelitian Jon adalah aplikasi penginderaan jauh, khususnya fotogrametri dan pemindaian laser. Jon telah memimpin dalam penelitian di Australia baru-baru ini tentang pengukuran fotogrametri hutan tanaman untuk estimasi inventarisasi.

Ketiga, Dr Colin McCoull adalah konsultan perencanaan lingkungan (Direktur, Van Diemen Consulting) dan Asisten Peneliti di University of Tasmania. Penelitian Colin berfokus pada penggunaan Sistem Informasi Geografis untuk melacak pergerakan manusia dan aplikasi survei berbasis UAV termasuk UAV berbasis LiDAR dan Fotogrametri serta penggunaannya di kehutanan.

Keynote speaker terakhir adalah Matthew Dell, pemilik Tasmanian Environmental Consultants. Matt adalah ilmuwan geosaintis dan lingkungan yang memetakan bebatuan, tanah, bentang alam dan lanskap. Matt bekerja di berbagai disiplin ilmu termasuk drone dan fixed wing aerial photography time series, fotogrametri, pemodelan 3D dan DEM generation yang menghasilkan penilaian terperinci lingkungan pesisir dan perkotaan.

Peserta workshop berjumlah 70 orang yang berasal dari 7 negara yaitu Australia, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Asal institusi peserta dari badan penelitian pemerintah, universitas dan perusahaan hutan tanaman. Pada tanggal 31 Juli 2018 atau hari kedua, peserta melakukan fieldtrip ke plot pertanaman akasia milik PT. Arara Abadi di Distrik Rasau Kuning, Kabupaten Siak.(***mna)

 

Editor : PK & NTR

 

 Photo : Dok. B2P2BPTH/mna