KONSOLIDASI PUSTAKAWAN BLI MENUJU PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN MODERN DI ERA MILENIAL

ADMIN | Jumat , 10-Agust-2018

BOGOR (biotifor.or.id) –Pustakawan adalah tulang punggung perpustakaan dan ujung tombak diseminasi di era milenial . Hal ini disampaikan oleh Kabag Evaluasi Diseminasi dan Perpustakaan Dr. Hernita Wahyuni mewakili Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi pada saat membuka acara konsolidasi pustakawan lingkup BLI dengan tema “Revitalisasi Peran Pustakawan BLI Mendukung Pengelolaan Perpustakaan Modern di Era Milenial”, bertempat di ruang rapat sekretariat Badan Litbang dan Inovasi Selasa 31 Juli 2018. 
 
Dalam kesempatan ini hadir Koordinator Perpustakaan Kemendikbud Chaidir Amir, S.Sos MA yang berbagi pengalaman dalam mengelola perpustakaan khusus. Beliau menyampaikan bahwa diera milenial ini perpustakaan tidak lagi kaku, menyediakan ruang terbuka untuk diskusi, perpustakaan hadir dalam media sosial dan banyak mengadakan acara yang melibatkan pemustaka sehingga mereka nyaman menggunakan informasi di perpustakaan.
 
“Membangun perpustakaan itu nggak bisa instan, oleh karena itu diperlukan  semangat, kreatifitas dan tetap berbuat lebih dengan keterbatasan yang ada” tutur Chaidir mengakhiri presentasinya.
 
Sesi berikutnya adalah sharing dari 2 orang  pustakawan BLI yang berprestasi yaitu Pustakawan BP2KSDA Samboja, Sri Utami Lestari dan Pustakawan BBP2ED Samarinda Maria Anna Raheni. Mereka menceritakan pengalaman dan suka duka menjadi pustakawan sehingga meraih prestasi Pustakawan terbaik di daerah masing-masing.
 
Pada sesi diskusi peserta diberi kesempatan untuk sharing dalam melaksanakan tugas sebagai pustakawan di masing-masing satker. Diantara suka, terselip duka yang disampaikan yakni banyaknya tugas tambahan sehingga kesempatan untuk mengumpulkan angka kredit jadi tidak ada. “Saya harus memohon kepada atasan 2 jam dalam sehari untuk melakukan kegiatan sebagai pustakawan, itu pun kadang masih dicari untuk mengerjakan tugas tambahan itu.” tutur  Anna menegaskan begitu susahnya mensiasati waktu.

Badan Litbang dan Inovasi memiliki 20 satker di seluruh Indonesia,  saat ini memiliki 13 orang pustakawan dan 4 orang calon pustakawan, ini merupakan aset menuju pengelolaan perpustakaan modern di era milenial. Di akhir acara disepakati beberapa hal terkait pengelolaan perpustakaan dan tindak lanjut pertemuan diantaranya adalah penggunaan sofware SliMS untuk otomasi perpustakaan. Perpustakaan Balai Besar Litbang BPTH sebagai salah satu UPT Badan Litbang dan Inovasi telah menggunakan software SliMS.Pada tanggal 1 Agustus 2018 atau hari kedua, peserta konsolidasi melakukan fieldtrip ke Pepustakaan Nasional dan Perpustaakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.  EDL
 
Editor : Nunuk Tri Retnaningsih