TUGAS BERSAMA UNTUK MEMBUAT LEMBAGA LITBANG UNGGUL DI INDONESIA

ADMIN | Minggu , 25-Nov-2018

YOGYA (biotifor.or.id) – Kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) bukan hanya pekerjaan sebagian orang atau pihak tertentu, hal ini sangat penting untuk dipahami. “Bukan pekerjaan B2P2BPTH saja, bukan juga pekerjaan Kemenristekdikti saja, namun adalah pekerjaan kita bersama, untuk membuat bagaimana lembaga litbang di Indonesia bisa unggul”, ujar Ir. Kemal Prihatman, M.Eng.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Lembaga Litbang, Ditjen Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan Tekonologi dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdi saat memberikan pengarahan pada acara Supervisi Tahap II Tahun 2018 kegiatan PUI, di kantor B2P2BPTH, Jumat (16/11/2018).

“Secara kualitas posisi lembaga litbang Indonesia berada di posisi 41 dunia, kalah dengan Malaysia yang menduduki peringkat 26”, tambahnya.

Kemal melanjutkan, hadirnya PUI di B2P2BPTH hanya sebagai tools, hal ini tidak boleh dijadikan beban. PUI harus searah dengan target yang akan dicapai, sebagaimana core-nya lembaga yaitu Bioteknologi dan Pemuliaan Hutan.

“Kalau beberapa hal yang sudah dipaparkan oleh Kabag Umum dalam Progres Capaian Indikator PUI menjadi target, maka itu salah besar, PUI hanya membantu supaya lembaga ini menjadi pusat yang terbaik, intinya disitu”, tegas Kemal.

Sebelumnya, terlebih dahulu Kepala Bagian Umum, Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP menyampaikan Progres Capaian Indikator PUI Supervisi Tahap II Tahun 2018. Dalam paparannya, Priyo menjelaskan beberapa hal antara lain Komponen Anggaran PUI, Realisasi Anggaran PUI, Nilai/Indikator PUI selama 2 tahun (2016 dan 2017), berbagai macam kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan, pilot project industri minyak kayuputih skala kecil di Biak Numfor-Papua, sinergi B2P2BPTH bersama beberapa lembaga PUI lainnya, dll.

Pada kesempatan itu dihadiri juga oleh Tim Pakar PUI B2P2BPTH yaitu Prof. Moch. Na’iem dan Prof. Suratman dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Supervisi kali ini adalah tahap II, jadi sudah tidak ada supervisi lagi, selanjutnya akan keluar nilai capaian selama satu tahun.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Mohammad Naiem M.Agr. sangat mengapresiasi kekompakan para peneliti yang concern pada target untuk merealisasikan 27 indikator yang telah dipaparkan oleh Kabag Umum.

“Saya pernah mengatakan kepada Kabadan Litbang waktu itu, B2P2BPTH ini seperti gunung es yang siap meletup dengan dampak yang sangat dahsyat jika tidak diarahkan”, ujar Prof. Na’iem. Beliau berharap agar B2P2BPTH diberikan kesempatan untuk berkembang, homebase tetap di Yogyakarta tetapi bisa berada di kegiatan litbang di seluruh Indonesia.

Secara substansi Prof. Na’iem sangat senang, apalagi adanya kerjasama dengan Puslitbang Hasil Hutan dan Balai Besar Pulp dan Kertas. “Hal ini sangat positif sekali, karena mau tidak mau riset itu yang penting adalah hilirisasinya”, lanjut mantan Dekan Fakultas Kehutanan UGM ini.

Namun ada satu langkah yang dianggap masih kurang, yaitu dalam kegiatan litbang belum banyak menggandeng KPHP. Prof. Na’iem sangat berharap KPHP yang saat ini ada 600 lebih masih idle, dalam arti kawasannya ada tetapi aktifitasnya tidak ada, SDMnya juga tidak ada atau masih sangat kurang.

Sedangkan Prof. Suratman  menyampaikan arti penting sebuah filosofi. “Seseorang tanpa filosofi adalah kosong, kita pada era revolusi mental ini PUI hanya bagian dari proses untuk negara”, jelas Prof. Suratman.

Lebih lanjut Guru Besar Fak. Geografi UGM itu menerangkan, SDM Indonesia harus mengejar keterpurukan mental bangsa, dan hal ini yang selalu kita lengah. Menurutnya, selama ini riset dianggap hanya begitu-begitu saja, tidak pernah membuat heboh dunia.

“PUI ini adalah project, dan suatu ketika akan lepas, apabila setelah lepas bisa mandiri itulah “jiwa” PUI yang saya titipkan”, harap Prof. Suratman. PUI itu tujuannya untuk membangun jiwa entrepreneurship, kalau dalam bahasa Jawa orang yang banyak anggitnya adalah orang yang tidak luntur pada kemiskinan dan kebodohan. Dia selalu update untuk memajukan dirinya sendiri dan orang lain.

Hal-hal yang menjadi harapan Tim Pakar PUI B2P2BPTH semoga dapat terealisasi dengan baik, sebagaimana harapan kita semua, dan seluruh stakeholder yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan.(mna)

 

Editor : Nunuk Tri R.

Foto : Dok. B2P2BPTH