BERNIAT KEMBANGKAN SEKTOR PERTANIAN, DPRD KABUPATEN KEDIRI JAJAKI PELUANG KERJASAMA DENGAN B2P2BPTH

ADMIN | Selasa , 29-Jan-2019

YOGYA (biotifor.or.id) – Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Arief Junaidi, SH., pihaknya selalu berusaha mengembangkan sektor pertanian untuk menaikkan pendapatan daerah. Hal ini disampaikannya ketika melakukan studi banding Koordinasi Komisi B, dalam rangka Koordinasi Bidang Tugas Komisi tentang Pengembangan Pertanian ke B2P2BPTH, pada Kamis (24/01/2019).

“Kondisi lahan di Kediri ada yang bergunung-gunung, dataran maupun lembah”, kata Arief. Kabupaten Kediri juga mempunyai sungai Brantas, namun sampai saat ini pihaknya belum bisa memanfaatkan secara maksimal, sehingga keberadaannya belum benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat.
 
Rombongan yang berjumlah 14 orang tersebut diterima oleh Kepala bagian Umum, Priyo Kusumedi, S.Hut.,MP. dan Kepala Bidang DIK, Retisa Mutiaradevi, S.Kom.,M.CA., serta 2 orang peneliti senior Prof. (Ris). Dr. Ir. Budi Leksono, MP. dan Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc.

Dalam kunjungan ke B2P2BPTH, diharapkan DPRD Kabupaten Kediri bisa mendapat informasi terkait hasil-hasil litbang bidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman hutan, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kediri.

Selain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kediri, turut pula Ketua Komisi B, Drs. Sudarmiko, beserta sekretaris dan anggota Komisi B dan Staf Sekretariat DPRD Kabupaten Kediri.

Salah seorang anggota Komisi B, H. Nur Wakhid menyampaikan bahwa di Kediri mempunyai potensi berupa hutan dan masih terdapat lahan yang belum termanfaatkan. “Kami tertarik dan ingin mengetahui tentang pola-pola kerjasama yang selama ini dilaksanakan oleh B2P2BPTH”, ujarnya.

Di wilayah Kediri terdapat hutan, namun yang paling banyak adalah hutan yang dikuasai oleh Perhutani. “Kita juga mempunyai potensi berupa lahan perorangan yang masih luas, dan diharapkan dapat ditanami dengan tanaman yang cocok di daerah itu”, tambah Wakhid.
Selain itu, juga terdapat beberapa lahan dengan kondisi gersang. “Mungkin ke depan dapat dibentuk kelompok tani untuk menggarap lahan tersebut”, harapnya.

Menanggapi hal itu, Prof. (Ris). Dr. Ir. Budi Leksono, MP.  menyampaikan, pada intinya apabila kita melakukan kerjasama hal itu dapat memberi solusi kepada mitra kerjasama atau stakeholder, baik itu dinas-dinas, kelompok tani ataupun swasta.
 
Tanaman-tanaman yang dikembangkan untuk kerjasama adalah tanaman yang sudah menghasilkan benih unggul. Untuk kerjasama pengembangan adalah kerjasama dengan menggunakan tanaman yang sudah siap pasarnya, kalau pasar belum tersedia apa yang dikerjasamakan tidak menghasilkan keuntungan. “Dengan kata lain sesuatu yang dikerjasamakan harus dapat menyumbang pendapatan asli daerah”, ujar Prof. Budi.

Sementara itu Dr. Ir. Arif Nirsatmanto, M.Sc. berpesan agar apabila melakukan kerjsama dengan mengembangkan tanaman, hal penting untuk diperhatikan adalah status kepemilikan lahan yang digunakan. “Agar dikemudian hari tidak terjadi permasalahan atau tarik menarik kepentingan”, tegas Arif.

Setelah berdiskusi rombongan DPRD Kabupaten Kediri meninjau fasilitas persemaian yang ada di lingkungan kantor B2P2BPTH.(mna)