INGIN KONSERVASI TANAMAN LANGKA INDONESIA, DJARUM FOUNDATION GANDENG BABES LITBANG BPTH

ADMIN | Selasa , 5-Maret-2019

YOGYA (biotifor.or.id) - Owner PT. Djarum Foundation mempunyai keinginan untuk mengkonservasi tanaman langka yang ada di Indonesia. Itulah sepenggal keinginan sederhana yang disampaikan oleh Yunan Adhityo selaku perwakilan dari Djarum Foundation Kudus ketika berkunjung ke BBPPBPTH, Kamis 28 Februari 2019.

Yunan juga menyampaikan pesan dari pemilik Djarum yang berkeinginan untuk menghijaukan candi-candi yang terdapat di Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sejarah masa lalu.

Ia juga bersyukur bahwa beberapa jenis tanaman langka yang sudah di mulai digalakkan ditanaman oleh Djarum Foundation sudah cocok dengan kondisi alam. Hal ini yang ditandai dengan banyaknya muncul daun muda baru. Serta harapan kedepannya dapat bersinergi atau bekerjasama lebih baik lagi dengan Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPPBPTH) untuk kelestarian lingkungan.

Yunan mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Djarum Foundation akan mengirimkan staf untuk melakukan maggang untuk pelatihan kuljar dan tata kelola penyimpanan benih dengan Dry Cold Storage (DCS).

“Selain itu akan diinisiasi kegiatan kerjasama terutama di bidang konservasi tanaman dalam rangka mendukung program penghijauan yang dilakukan oleh PT. Djarum Foundation,”jelas Yunan

Rombongan yang dipimpin oleh Yunan ini di terima langsung oleh Kepala Balai Besar Dr. Nur Sumedi, S.Pi, MP. Nur Sumedi mengucapkan selamat datang kepada rombongan yang berjumlah 4 orang.

Nur menyambut baik maksud kunjungan PT. Djarum Foundation dalam rangka inisiasi kerjasama, studi banding kultur jaringan dan penyimpanan benih menggunakan fasilitias DCS yang dilakukan di BBPPBPTH

“BBPPBPTH sudah cukup lama mengkonservasi tanaman langka khas DIY seperti mentaok, timoho, gayam, nogosari dll,”jelas Nur

Nur mengatakan bahwa BBPPBPTH telah memiliki cendana unggul yang mempunyai kadar santanolo tinggi dibandingkan dengan yang ada di alam. BBPPBPTH telah memiliki 22 klon cendana unggul yang bahkan di tempat asalnya di NTT, sudah langka.

“Cendana yang kini mungkin seharusnya sudah masuk kategori endangered species yang dimiliki oleh BBPPBPTH merupakan klon unggul yang memiliki kadar santanol tinggi. Akan sangat bagus seandainya PT. Djarum Foundation dapat mendukung kegiatan untuk mengembalikan Cendana ke habitat alamnya,”ungkap Nur

“Pengembalian Cendana misalnya menanam 200 pohon cendana klon unggul, untuk Cendana kalau 200 pohon itu saja sudah luar biasa,” harap Nur



Lebih lanjut Nur menyampaikan bahwa perlu dilakukan audiensi dengan para pemangku kebijakan di NTT untuk mendapatkan dukungan penuh misalnya penyediaan lahan di KPH, nanti Djarum Foundation bisa mendukung entah fasilitias atau biaya, kami akan mendukung bibit unggul dan pendampingan pakar untuk pengembangan Cendana.

Terkait dengan perbanyakan vegetatif dengan kultur jaringan, Nur Sumedi juga menceritakan bahwa pembudidayaan dengan skema kultur jaringan itu sangatlah menjanjikan namun, memang harus dalam skala produksi yang besar mengingat biaya untuk kegiatan tersebut juga tidaklah sedikit.

” Namun perlu diketahui bahwa perbanyakan dengan kuljar tidak bisa langsung, jadi paling tidak 2 tahun, misalnya tahun ini direncanakan, 2 tahun kemudian baru bisa ditanam,” jelas Nur

Nur berharap, Djarum Foundation bisa mendukung pelestarian tanaman langka di Indonesia seperti Eboni dari Sulawesi, Merbau dari Papua, Ulin dari Kalimantan, dan beberapa tanaman langka lainnya di Indonesia. Dukungan CSR PT. Djarum Foundation dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan kerjasama.

Setelah dilakukan diskusi, rombogan Djarum Foundation melakukan kunjungan lapangan ke persemaian tanaman langka, laboratorium benih, dan laboratorium kultur jaringan. Rombongan didampingi oleh Priyo Kusumedi, S.Hut, MP selaku Kepala Bagian Umum dan Retisa Mutiaradevi, S.Kom, M.CA selaku Kabid Data, Informasi dan Kerjasama.

Pada akhir kunjungan, PT Djarum Foundation mengundang tim BBPPBPTH untuk mengunjungi Kantor Djarum di Kudus untuk audiensi menyampaikan hasil litbang dan kegiatan-kegiatan riset maupun fasilitas riset yang kemungkinan dapat didukung dan dikerjasamakan dengan PT. Djarum Foundation.(ump)



Editor : Priyo Kusumedi